Detail Cantuman
Advanced SearchTransmigrasi, Antara Kebutuhan Masyarakat Dan Kepentingan Pemerintah.
Latar Belakang :
Kehadiran program transmigrasi di Indonesia memang unik dengan ciri khas yang tersendiri, karena transmigrasi merupakan salah satu model alternatif kebijakan yang dianut oleh pemerintah dalam memfasilitasi perpindahan penduduk dan mengembangkan wilayah yang lazim dipraktekan oleh berbagai negara. Transmigrasi secara harfiah berasal dari kata "trans" yang artinya "melintas laut" dan migration yang artinya "perpindahan" yang dibutuhkan oleh Indonesia yang karakter geografis, demografis dan sumber daya alamnya tidak dapat disamakan dengan negara lain di dunia. Karena itu transmigrasi paling tidak selalu berfokus pada dua obyek utama, yakni menata potensi sumber daya manusia dan persebarannya dan serta mendayagunakan potensi potensi sumber daya alam secara efektif dan efisien, sehingga termanfaatkan demi kesejahteraan rakyat yang bersangkutan, serta berimplikasi pada pembangunan daerah dan nasional, khususnya dalam membatasi hubungan antara kebutuhan rakyat dan kepentingan pemerintah Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka, program transmigrasi dimulai kembali, pada 12 Desember 1950. Dalam program ini terus dikembangkan hingga sekarang dalam berbagai macam pola dan cara. Dalam program transmigrasi ini, pemerintah secara aktif terlihat langsung dalam memindahkan penduduk dalam jumlah besar, menyeberangi lautan dan berlangsung terus-menerus dalam waktu yang cukup lama. Agaknya program ini memang tidak ada duanya di dunia. Program transmigrasi di Indonesia secara kumulatif merupakan program pemindahan penduduk terbesar di dunia yang di kelola oleh pemerintah (Levang 2003). Pada masa Orde Baru, setelah tahun 1970-an rata-rata pendapatan penduduk di Pulau Jawa ironisnya telah terbalik menjadi lebih tinggi dibandingkan rata-rata pendapatan penduduk di luar Pulau Jawa. Pergeseran ini disebabkan oleh pesatnya pembangunan prasarana ekonomi di Pulau Jawa, namun demikian transmigrasi sebagai salah satu alat politik orde baru, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong, memikat, dan menarik orang agar mau berpindah dari daerah yang lebih maju dan menjanjikan pendapatan yang tinggi, ke daerah-daerah yang rata-rata tingkat pendapatan penduduknya lebih rendah, tingkat kesejahteraan penduduknya kurang, dan prasarana sarananya kurang memadai.
Maksud dan Tujuan Transmigrasi :
Dalam perjalanannya program transmigrasi tidak selalu berjalan secara mulus, namun berbagai pandangan miring terhadap pelaksanaan transmigrasi acapkali menjelaskan sisi positipnya. Namun ada pula pendapat lain yang mengatakan bahwa transmigrasi dalam rangka menolong penduduk setempat, melalui proses sosiologis diharapkan masyarakat akan meningkatkan ketrampilannya dalam bertani, dari cara tradisional berladang berpindah (shifting cultivation) menjadi bertani menetap (sedentary agricultural), disamping telah terjadi amalgamasi di bidang budaya bertani, juga terjadi perkawinan antar-etnis yang lebih mengikat persaudaraan (crosscutting cleavage).
Negara Kepulauan yang Amat Luas :
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau mencapai 17.508 buah, besar dan kecil. Sekitar 67% diantaranya belum mempunyai nama. Wilayah Indonesia terbentang di khatulistiwa, sepanjang 5000 km dari barat ke timur. Sebagian besar wilayah Indonesia (81%) terdiri dari lautan, atau seluas 7,9 juta km2 (termasuk daerah ZEE). Wilayah laut yang luas ini mengandung sumberdaya alam yang kaya, seperti ikan, pasir laut, terumbu karang. Selain dari itu, iklimnya yang tropis dan keadaan alamnya yang sangat indah - laut, pantai, sungai, danau, gunung dan ngarai, sera hutan, sawah dan ladang, merupakan daya tarik yang sangat unik.
Negara dengan 200 juta Penduduk :
Menurut sensus Penduduk tahun 2000, Indonesia berpenduduk sebanyak 203,4 juta orang, dan membuat Indonesia menduduki urutan ke empat di dunia dalam hal jumlah penduduk setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Pada tahun 2005 diperkirakan jumlah penduduk bertambah menjadi 219.898.300 jiwa.
Pemerintahan :
Semenjak proklamasi kemerdekaan Indonesia 60 tahun yang lalu, bangsa Indonesia telah dipimpin oleh 6 orang presiden, yaitu :
1. Soekarno selama 22 tahun (1945-1967).
2. Soeharto selama 32 tahun (1967-1998).
3. Habibie dari tanggal 21 Mei 1998 sampai Oktober 1999.
4. Gus Dur (1999-2001).
5. Megawati Soekarnoputri (2001-2004).
6. Susilo Bambang Yudhoyono (2004 hingga sekarang).
Presiden ke 3 hingga ke 5 memimpin negara dalam situasi yang sedang krisis.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Transmigrasi, Antara Kebutuhan Masyarakat Dan Kepentingan Pemerintah.
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.1.A.5.
|
| Penerbit | PT. Pustaka Sinar Harapan : Jakarta., 2005 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
979-416-866-1
|
| Klasifikasi |
307.2
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Pertama, 2005
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
178 eksemplar
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
1. Harry Heriawan Saleh, 2. Hendi, 3. A. Herda
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






