Detail Cantuman
Advanced SearchSepenggal Kisah Inspiratif Inavasi Pencegahan Stunting.
Visi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesi periode 2019-2024 yang perlu menjadi pedoman arah pembangunan kedepan. Prioritas terhadap pembangunan SDM Perdesaan dimaksudkan agar tersedia SDM Unggulan di wilayah perdesaan Indonesia yang mampu mengolah sumber-sumber daya pembangunan desa secara berkualitas, termasuk Dana desa. Dengan demikian akan mendorong pencapaian target percepatan pembangunan desa 2019-2024, dimana 10.000 desa tertinggal menjadi berkembang dan 5000 desa berkembang menjadi mandiri.
Disisi lain, SDM Unggul di perdesaan juga akan berkontribusi besar terhadap terentaskannya 25 kabupaten tertinggal 62 Kabupaten Tertinggal pada tahun 2024. ) adalah : Adapun profil pokok SDM Perdesaan (2017) adalah : jumlah angkatan kerja perdesaan sebesar 59 juta jiwa yang hanya 6% yang berpendidikan tinggi dan 19% berpendidikan sekolah menengah. Jadi terdapat 70% angkatan kerja di perdesaan yang pendidikannya sekolah dasar dan 5% angkatan kerja di perdesaan yang tidak sekolah.
Konsep dan Regulasi Tentang Stunting.
Apa itu Stunting....?
Stunting merupakan kondisi balita yang mengalami panjang dan tinggi badan yang kurang sesuai dengan umurnya (Pusdatin Kemenkes RI, 2018). Definisi lain menyatakan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita yang berusia di bawah lima tahun dikarenakan mengalami kekurangan gizi kronis yang menyebabkan balita tersebut terlalu pendek pada usianya.
Beberapa Faktor yang Berpengaruh pada terjadinya Stunting adalah :
1. Faktor rumah tangga dan keluarga : Beberapa studi di Indonesia menemukan hubungan yang moderat hingga kuat antara ibu yang pendek dengan kejadian stunting pada anak. Begitu juga dengan kelahiran prematur pun sangat berhubungan dengan stunting pada anak di Indonesia.
2. Praktik pengasuhan yang kurang baik : Anak usia 0-6 bulan tidak memperoleh ASI eksklusif, 2 dari 3 anak usia 0-24 bulan tidak mendapatkan makanan pendamping ASI (MP-ASI).
3. Faktor Lingkungan : Rumah tangga yang memiliki fasilitas jamban yang lebih bersih, akan lebih kecil mengalami stunting baik di pedesaan maupun perkotaan, Pembelian air minum yang murah, Kerawanan pangan, Kemampuan daya beli yang sangat kurang.
4. Faktor ASI dan Infeksi : Anak yang di "Sapih" atau diberhentikan dari menyusu ASI sebelum usia 6 bulan maka kemungkinan mengalami kejadian stunting.
Anak -anak usia 6-59 bulan terkena diare selama 7 hari maka akan mudah mengalami stunting.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Sepenggal Kisah Inspiratif Inavasi Pencegahan Stunting.
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.5.B.10.
|
| Penerbit | Balilatfo dan UGM : Jakarta., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
307.7
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Desember 2019
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
84 Halaman
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Anwar Sanusi, Ph.D dan Ir. Eko Sri Haryanto, M.Si
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






