Detail Cantuman
Advanced SearchProfil dan Potensi Daerah Tertinggal Pulau Papua, Tahun 2019.
Visi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesi periode 2019-2024 yang perlu menjadi pedoman arah pembangunan kedepan. Prioritas terhadap pembangunan SDM Perdesaan dimaksudkan agar tersedia SDM Unggulan di wilayah perdesaan Indonesia yang mampu mengolah sumber-sumber daya pembangunan desa secara berkualitas, termasuk Dana desa. Dengan demikian akan mendorong pencapaian target percepatan pembangunan desa 2019-2024, dimana 10.000 desa tertinggal menjadi berkembang dan 5000 desa berkembang menjadi mandiri.
Disisi lain, SDM Unggul di perdesaan juga akan berkontribusi besar terhadap terentaskannya 25 kabupaten tertinggal 62 Kabupaten Tertinggal pada tahun 2024. ) adalah : Adapun profil pokok SDM Perdesaan (2017) adalah : jumlah angkatan kerja perdesaan sebesar 59 juta jiwa yang hanya 6% yang berpendidikan tinggi dan 19% berpendidikan sekolah menengah. Jadi terdapat 70% angkatan kerja di perdesaan yang pendidikannya sekolah dasar dan 5% angkatan kerja di perdesaan yang tidak sekolah.
Kabupaten Raja Ampat.
Gambaran Umum, Administratif dan Kependudukan.
Gambaran umum dari Kabupaten Raja Ampat, meliputi luas wilayah 8034,44 km2, suhu rata-rata mencapai 27,7 derajat celsius dan curah hujan 278 mm/tahun. Kabupaten Raja Ampat memiliki 24 Kecamatan dan 117 Desa. Jumlah penduduknya sebanyak 47.301 jiwa, rata-rata kepadatan penduduk mencapai angka 6 jiwa/Km2, jumlah rumah tangga 4309 dengan total penduduk laki-laki sebesar 53,03% sedangkan penduduk perempuan sebesar 46,97%.
Potensi Wilayah.
Kabupaten Raja Ampat ini memiliki beberapa potensi wilayah mulai dari aspek Pertanian, Industri dan Pariwisata.
1. Pertanian terbagi menjadi 5 jenis yaitu : Kelapa seluas 10352 ha, Kakao seluas 812 ha, Ubi jalar seluas 334 ha, Perikanan tangkap seluas 885,48 ton, dan Perikanan budidaya seluas 214,69 ton.
2. Industri : di Kabupaten Raja Ampat ini terdiri dari beberapa jenis industri kecil kerajinan tangan, dan lain-lain.
3. Pariwisata : Terdapat 2 jenis, wisata pantai dan pulau, seperti Piaynemo, Telaga Bintang dan Pulau Pasir.
Penyebab Ketertinggalan.
Beberapa penyebab ketertinggalan di Kabupaten Raja Ampat dibedakan menjadi 3 aspek yaitu : Aksesibilitas, Perekonomian Masyarakat, dan Sumberdaya Manusia (SDM).
1. Aksesibilitas, 274,6 Km jarak ke Ibukota kabupaten, 12 Desa akses ke Pelayanan Kesehatan > 5 Km (jumlah desa) dan 36,1 Km jarak ke Pendidikan Dasar.
2. Perekonomian, Segi perekonomian masyarakat sebesar 20% merupakan Penduduk Miskin dan pengeluaran per kapita sebesar Rp 7.508.000..
3. Sumber Daya Manusia (SDM), dikarenakan rata-rata lama sekolah mencapai 7,57 tahun dan harapan lama sekolah mencapai 11,79 tahun
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Profil dan Potensi Daerah Tertinggal Pulau Papua, Tahun 2019.
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.5.C.6.
|
| Penerbit | Pusdatin, Balilatfo : Jakarta., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
307.7
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Desember 2019
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
646 Halaman
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Anwar Sanusi, Ph.D dan Ir. Eko Sri Haryanto, M.Si
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






