Detail Cantuman
Advanced SearchInovasi Desa Mengatasi Rawan Pangan, Tahun 2019
Ciri Ciri Daerah Rawan.
Rawan Pangan merupakan penurunan ketahanan pangan, dimana pada saat tertentu kecukupan pangan terganggu.
Gangguan ketahanan pangan dapat bersifat :
1. Kronis atau jangka panjang (Chronical food insecurity) bersifat parah.
2. Sementara atau jangka pendek (Transitory food insecurity)
Kerawanan pangan didefinisikan sebagai tidak merata akses pangan secara cukup jumlah dan kualitasnya merupakan pelanggaran hak-hak dasar manusia (United Nation Human Rights & Wold Health Organization, 2008).
Kejadian Surplus dari segi ketersediaan, akses dan pemanfaatan pangan terhadap ketahanan pangan, tidak semua daerah memiliki ketahanan pangan yang baik sebab perbedaan terhadap akses dan pemanfaatan pangan oleh masyarakat (Mun'im 2012).
Karakteritis Wilayah Rawan Pangan dan Rawan Gizi Kronis :
1. Sumber daya alam : lahan kurang subur, dominan lahan kering, pendayagunaan lahan tidak optimal dan adanya degradasi lahan, sumber daya air untuk kebutuhan pertanian relatif terbatas.
2. Teknologi : adopsi teknologi rendah, ketersediaan sarana produksi terbatas, adanya serangan hama/penyakit.
3. Sumber Daya Manusia : Tingkat pendidikan rendah, produktivitas tenaga kerja rendah, tingkat kesehatan masyarakat rendah, lapangan pekerjaan terbatas, adanya tradisi atau adat istiadat yang menghambat.
4. Sarana/Prasarana dan Kelembagaan : Daerah terisolir, modal terbatas, kelembagaan sarana produksi pertanian tidak berfungsi maksimal, pemilikan/penguasaan lahan sempit, sistem bagi hasil dan tingkat upah yang rendah, terbatasnya sarana jalan, transportasi, pendidikan, kesehatan dan sarana untuk pemasaran hasil produksi pertanian.
Karakteritis Rumah Tangga Rawan Pangan dan Rawan Gizi Kronis :
Karakteritis Rumah Tangga Rawan Pangan dan Rawan Gizi Kronis Menurut WHO (2010) masalah kesehatan masyarakat dianggap serius bila prevalensi gizi buruk-kurang antara 20,0-29,0 persen, dan prevalensi sangat tinggi bila > 30 persen. Data empiris (Badan Litbangkes 2013) menunjukan bahwa di Indonesia terdapat 18 provinsi dalam kondisi gizi buruk-kurang 20,0-29,0 persen, sementara masih terdapat 3 provinsi dengan prevalen sangat tinggi (>30%) sehingga secara agregat prevalensi gizi buruk-kurang di Indonesia tergolong tinggi.
Penyebab Utama Terjadinya Kemiskinan di Perdesaan adalah :
1. Kebijakan pembangunan ekonomi yang belum memberikan prioritas pada wilayah miskin.
2. Kualitas sumber daya alam yang rendah dan rentan terhadap gangguan eksternal.
3. Rendahnya kualitas infrastruktur.
4. Terbatasnya akses terhadap aset produkti, khususnya lahan pertanian.
5. Terbatasnya akses kegiatan ekonomi produktif dan kegiatan sosial-kemasyarakatan.
6. Rendahnya kualitas SDM.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Inovasi Desa Mengatasi Rawan Pangan, Tahun 2019
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.5.A.15.
|
| Penerbit | Pusdatin, Balilatfo : Jakarta., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
307.7
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
November 2019
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
388 Halaman
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Anwar Sanusi, Ph.D dan Ir. Eko Sri Haryanto, M.Si
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






