Detail Cantuman
Advanced SearchPengembangan Perekonomian Desa, Belajar dari Pemanfaatan Dana Desa Selinsing dan Sijuk di Belitung, Tahun 2019
Pengembangan Perekonomian Desa
Shape(Belajar dari Pemanfaatan Dana Desa Selinsing dan Sijuk di Belitung)
Sesuai Undang - Undang No. 6 Tahun 2004 bahwa Undang - Undang ini memperjuangkan untuk menjadikan desa sebagai fokus utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, Undang-undang ini disusun berazaskan hak asasi yang menempatkan masyarakat sebagai subyek pembangunan, pengambil keputusan, terkait sumber daya alam dan komunitasnya, pendekatannya tidak hanya tentang hasil tetapi lebih melihat pada proses yang membantu untuk menemukenali permasalahan yang terjadi dan bagaimana mengatasinya dalam mengembangkan perekonomian desa diperlukan upaya untuk memperkuat pemerintah desa dan melibatkan partisipasi masyarakat dengan adanya Undang-Undang desa masyarakat dapat memanfaatkan haknya untuk berpatisifasi dan mendorong proses partisifasi mereka juga dalam pengambilan keputusan.
Terkait dengan hal tersebut fenomena keberhasilan pengembangan perekonomian desa dari penyaluran dana desa telah banyak dirasakan oleh masyarakat desa, salah satu dampak positif dari dana desa yang digunakan dengan melakukan pengembangan perekonomian seperti masyarakat desa telah merubah pola pikir dalam membangun desa menyusun perencanaan dan penganggaran desa yang lebih berkualitas dan merancang dan melaksanakan kegiatan yang inovatif sehingga ada kebaruan dan dampak langsung kepada masyarakat sehingga dapat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat desa.
Penggunaan dana desa di Belitung juga memberikan dampak baik di desa yang ada di Belitung yaitu dikampung Kuala Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Belitung, dimana masyarakat desa di Kuala Desa Sijuk memanfaatkan dana desa dengan melakukan pengembangan ekowisata mangrove yang terdapat di daerah tersebut, Mulanya kawasan ini hanyalah kawasan mangove biasa, namun setelah adanya dana desa masyarakat desa Sijuk membangun kawasan Wisata Mangrove dengan membangun track untuk pejalan kaki sehingga akhirnya para pengunjung selain dapat menikmati kawasan mangrove, masyarakat yang tergabung dalam komunitas Cipta Lestari Kuala juga menyediakan berbagai paket Wisata yang ditawarkan untuk para Wisatawan. Selain memanfaatkan dana desa untuk pengembangan wilayah, masyarakat belitung juga memanfaatkan dana tersebut untuk mengembangkan BUMDes yang berfungsi sebagai lembaga sosial dan komersial BUMdes sebagai lembaga sosial yang berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial BUMdes juga memberikan peran untuk mendorong masyarakat agar meningkatkan kreatifitas dengan mempermudah masyarakat desa dalam mempermudah masyarakat desa dalam memperoleh sumber keuangan untuk usahanya, salah satunya BUMdes Selinsing yang menjadi salah satu BUMdes terbaik di Belitung yang memanfaatkan 6,5 Ha lahan kritis bekas tambang timah untuk ditanami tanaman buah-buahan dan Cabai, berkat hasil penaman cabai tersebut, desa Selinsing dapat membeli 3 ekor sapi dari hasil penjualan Cabai, selain itu Bumdes Selinsing memiliki usaha lain seperti budidaya Lele, Lobster, Penanaman Jagung, usaha Bumdes Mart, usaha foto copy dan lainnya.
Akhirnya Buku ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pembelajaran untuk ditiru atau dikembangkan di desa masing-masing dalam meyelesaikan masalah dan kebutuhan masyarakat, dengan demikian pembangunan desa di Indonesia ke depan, termasuk pemanfaaan dana desa akan semakin berkualitas.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Pengembangan Perekonomian Desa, Belajar dari Pemanfaatan Dana Desa Selinsing dan Sijuk di Belitung, Tahun 2019
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.5.B.2.
|
| Penerbit | Pusdatin, Balilatfo : Jakarta., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
307.7
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cetakan Pertama 2019
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
87 Halaman
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Anwar Sanusi, Ph.D dan Ir. Eko Sri Haryanto, M.Si
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






