Image of Embung Teratak Memakmurkan Desaku, Tahun 2019.

Embung Teratak Memakmurkan Desaku, Tahun 2019.



Sejarah Singkat Embung.
Sejak zaman nenek moyang masyarakat tani di Pulau Lombok telah menggunakan embung untuk memanen air hujan. Teknik konservasi air melalui embung telah dilaksanakan oleh petani di kabupaten Lombok Tengah, kecamatan yang terletak di bagian selatan yang sebagian besar sawahnya berupa sawah tadah hujan dengan sifat curah hujan yang rendah dan pendek seperti yang terdapat di kecamatan Praya Barat, Praya Barat daya, Praya Tengah, Praya Timur, dan Pujut,.

Posisi penempatan embung umumnya di tengah sawah atau dibagian ujung sawah yang akan diairi. bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah di sekeliling sawah. Keuntungan lain dari posisi penempatan embung seperti tersebut, mempermudah pendistribusian air ke petakan-petakan sawah di sekitarnya. Kedalaman embung berkisar antara 1,00-1,50 m.

Jenis-Jenis Embung.
1. Embung Rakyat atau Perorangan, merupakan embung sederhana yang dibuat secara swadaya atau perseorangan sehingga kepemilikan embung tersebut juga perorangan demikian juga pengelolaannya, embung klasifikasi ini cakupannya kecil dan digunakan oleh pribadi atau beberapa kepala keluarga saja unyuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (mandi, mencuci dan tempat minum ternak).
2. Embung Desa/Embung Pemerintah, merupakan embung yang dibuat oleh sekelompok masyarakat desa pada awalnya dan dikelola oleh desa. Embung dengan ketinggian 8 m dengan luas genangan mencapai 8 ha.
Pemanfaatan embung desa utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan air dan meningkatkan volume hasil pertanian pada areal pertanian di desa. Embung Desa juga bisa digunakan untuk budidaya perikanan dan ekowisata. Embung Bual di desa Aik Bual Kecamatan Kopang salah satunya. Airnya yang berwarna hijau jernih dan penataan lokasi embung yang rapi dan bersih menjadi daya tarik masyarakat.

Embung Berdasarkan Ukuran Genangan (menurut Indrawan dkk).
1. Embung Kecil, merupakan embung yang memiliki tampungan di bawah 10.000 m3, dengan ketinggian maksimal sebesar 5 m.
2. Embung Sedang, merupakan embung dengan kapasitas tampungan 10.000 m3 - 100.000 m3, berada di daerah tadah hujan paling luas 100 ha, dengan ketinggian sebesar 10 m3.
3. Embung Besar, memiliki kapasitas tampungan 100.000 m3 - 500.000 m3 dengan ketinggian maksimal 15 meter.

Manfaat Embung.
Embung desa merupakan satu dari empat program prioritas dana desa. Pemerintah mengalokasikan Rp. 200 juta - Rp.500 juta untuk pembangunan per unit embung desa yang berfungsi sebagai sarana pengairan. Sudah terdapat 3.026 unit embung desa yang dibangun. Manfaat embung desa utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan air dan meningkatkan volume hasil pertanian. Selain bermanfaat sebagai sumber irigasi di musim kemarau, embung desa juga bisa digunakan untuk budidaya perikanan dan ekowisata. Salah satu embung yang difungsikan untuk kawasan wisata bersinergi perikanan adalah Embung Bual dan Embung Batukliang yang ada di Kecamatan Kopang dan Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Embung Teratak Memakmurkan Desaku, Tahun 2019.
No. Panggil
R.5.A.9.
Penerbit Pusdatin, Balilatfo : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
Buku
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
307.7
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan Pertama 2019
Subyek
-
Info Detil Spesifik
117 Halaman
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this