Detail Cantuman
Advanced SearchJejak Indeks Desa Membangun 2015 - 2019
JEJAK INDEKS DESA MEMBANGUN2015-2019
Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan suatu indikator yang digunakan untuk mengukur
tingkat keberhasilan pembangunan desa. pentingya indikator-indikator pembangunan desa tersebut adalah
untuk memantau perilaku perekonomian, kepentingan analisis ekonomi, dasar pengambilan keputusan dan
perencanaan, dan sebagai dasar perbandingan antar wilayah. Indikator untuk mengukur kemajuan desa dapat
diukur dengan menggunakan indeks pembangunan manusia (IPM), Regional Development Index (RDI),
Indeks Pembangunan Desa (IPD), dan Indeks Desa Membangun (IDM).
Mewujudkan pembangunan pedesaan tentu akan sangat erat kaitannya baik antara masyarakat desa
dan juga pemerintah. Secara umum keberhasilan suatu desa dilihat dari apakah pembangunan desa tersebut
menyejahterakan masyarakatnya atau tidak. Berdasarkan proses dimensi sosial, kinerja IKS (Indeks
Ketahanan Sosial) ada tingkat provinsi menunjukkan data bahwa tahun 2015, sebagian besar wilayah
indonesia memiliki nilai IKS yaitu 0,5928 (wilayah indonesia bagian tengah dan Timur), perkembangan
status berdasarkan dimensi ekonomi tahun 2015 memiliki nilai IKE (Indeks Ketahanan Ekonomi) di bawah
rata-rata yaitu Provinsi Sumatera, Kalimantan, Maluku dan Papua dengan indeks rata-rata nasional 0,4593,
sedangkan untuk nilai indeks ketahanan Lingkungan rata-rata setiap desa memiliki nilai dibawah nilai IKL
(Indeks Ketahanan Lingkungan) nasional khusus wilayah Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan dengan nilai
IKL 0,6466, sedangkan Bali dan Yogyakarta memiliki nilai kategori maju. Hal ini disebabkan karena daerah
istimewa Jogyakarta mempunyai cakupan wilayah yang relatif tidak luas dan kecenderungan penduduknya
yang homogen kondisi ini menyebabkan setiap masyarakat desa dengan mudah mengakses sarana dan
prasarana yang terkait dengan variabel- variabel pada dimensi sosial.
Dengan demikian perencanaan merupakan suatu cara atau metode untuk mencapai tujuan yang
diinginkan secara tepat, terarah dan efisiensi dalam suatu negara dengan kondisi negara, wilayah atau daerah
yang bersangkutan. Pemanfaatan data IDM dalam tahapan perencanaan pembangunan sangat penting menjadi
tolok ukur untuk kawasan pedesaan. Pendekatan indikator IDM akan memudahkan untuk melakukan
penyusunan intervensi pembangunan, mencakup aspek Infrastruktur, kelembagaan, dan lingkungan,
pengisisan data sederhana sehingga mudah dipraktekkan.
Penyusunan Buku Jejak Indeks Desa Membangun 2015- 2019 adalah untuk mengkaji kinerja desa
membangun dengan menelaah 3 (tiga) dimensi IDM, yaitu dimensi ketahanan sosial, dimensi ketahanan
ekonomi dan dimensi ketahanan lingkungan atau ekologi, dengan menelaah IDM 2015- 2019 ini,
perkembangan dan sebaran desa yang di dasarkan pada status desa dapat dikaji dimensi-dimensi yang harus
menjadi fokus pengembangan desa ke depan. Sehingga intervensi yang di afirmatif juga dapat dirancang dan
diimplementasi dengan melihat telaah buku ini dalam upaya menuju kemandirian desa yang dapat dapat
diakselerasi
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Jejak Indeks Desa Membangun 2015 - 2019
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.5.A.2.
|
| Penerbit | Pusdatin, Balilatfo : Jakarta., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
307.7
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cetakan Pertama 2019
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
223 Halaman
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Anwar Sanusi, Ph.D dan Ir. Eko Sri Haryanto, M.Si
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






