Detail Cantuman
Advanced SearchTanah Miring XXIVa/B/1 Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Tahun 2008
Program transmigrasi tidak hanya membangun fisik permukiman dan menempatkan transmigran semata, namun lebih ditekankan pada pemberdayaan masyarakat dan kawasan transmigrasi. Karena dengan adanya pembangunan permukiman transmigrasi, pertumbuhan ekonomi di daerah dapat lebih terpacu dan roda perekonomian di daerah lebih cepat berkembang yang pada gilirannya akan meningkatkan pembangunan daerah dan memberikan peningkatan bagi kesejahteraan masyarakat di daerah khususnya di kawasan transmigrasi.
Ruang lingkup untuk kegiatan penyusunan redesain RTSP dan RTJ di lokasi transmigrasi Tanah Miring SP 1 Kabupaten Merauke Propinsi Papua. Metode pendekatan yang digunakan dalam penyusunan redesain RTSP/RTUPT lokasi Tanah Miring SP 1 dengan melalui pedekatan-pendekatan seperti orientasi pengembangan wilayah yang memberikan indikasi terhadap arah pengembangan SP yang direncanakan ke pusat-pusat yang telah ada. Kesesuaian lahan yang memberikan indikasi terhadap kemungkinan pengembangan budidaya pertanian, baik di lahan pekarangan ataupun lahan usaha. Ketersediaan air minum yang merupakan syarat mutlak bagi kehidupan para transmigran yang ditempatkan oleh karena itu harus terjamin baik dalam kualitas, kuantitas dan kontinuitasnya. Pola permukiman yang dapat memberikan keseimbangan dan keserasian dalam tata ruang masing-masing blok peruntukan lahan, kenyamanan dan kemudahan bagi transmigran untuk menuju pusat fasilitas umum dan lahan usaha, keeratan sosial antara penghuninya. Usulan pengembangan pola pertanian yang dapat memberikan indikasi terhadap jenis tanaman dan pola tanamannya di lahan pekarangan dan lahan usaha yang merupakan kegiatan usaha awal bagi transmigrasi tersebut.
Dari pencadangan areal seluas 618 Ha yang efektif dapat dimanfaatkan untuk pembangunan permukiman transmigrasi adalah seluas 421 Ha. Dengan alokasi lahan masing-masing KK sebesar 0,25 Ha untuk Lahan Pekarangan (LP), 0,75 Ha untuk Lahan Usaha I (LU-I) dan 1,00 Ha untuk Lahan Usaha II (LU-II) maka luasan lahan efektif tersebut dapat memberikan daya tampung sejumlah 200 KK transmigran.
Pola usaha yang diusulkan untuk pengembangan kegiatan usaha adalah yang pertama usaha tani di lahan pekarangan dan lahan usaha I yaitu menerapkan pola tanaman campuran dan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga transmigrant disarankan dapat menerapkan tanam ganda (tumpeng sari). Kedua usaha tani di lahan usaha I ada 2 (alternatif) yang diusulkan, yaitu menerapkan pola pergiliran tanaman dengan tumpang sari antara tanaman pangan dan tanaman palawija. Sedang jenis tanaman yang diusulkan meliputi padi gogo, jagung, kedelai dan kacang tanah. Yang ketiga usaha tani lahan usaha II ditujukan untuk usaha komoditi tanaman tahunan dan untuk tahun-tahun pertama di sela tahunan dapat diusahakan tanaman padi gogo. Pola permukiman disesuaikan dengan kondisi lahan yang sesuai untuk lahan pekarangan, sehingga membentuk pola permukiman linier.
Penilaian layak huni sesuai topografinya merupakan satu hamparan dengan kemiringan 0-3% dan kebutuhan air bersihnya masih tergantung dari curah hujan, sehingga untuk mengantisipasinya diperlukan bangunan Kolam Tandon Air (KTA). Layak usaha dipengaruhi oleh ketersediaan lahan dan kondisi fisik lahan. Lahan yang direncanakan masing-masing transmigrant sebesar 2.00 Ha/KK tersebut mempunyai tingkat kesesuaian lahan cukup sesuai dan sesuai marginal dengan solum tanah cukup dalam, pH tanah masam, kesuburan rendah, kurangnya ketersediaan air. Dengan demikian diperlukan perlakuan terhadap tanah melalui pengapuran, pemupukan, penentuan jenis tanam dan pemeliharaan tanaman, serta Upaya pembuatan tampungan air hujan untuk menanggulangi ketersediaan air pertanian pada musim kering. Layak berkembang sesuai dengan aksesibilitas lokasi ini sangat baik, disamping lokasi tersebut berada di pinggir jalan kabupaten, juga dihimpit oleh lokasi-lokasi transmigrasi yang telah diserahkan. Selain itu, lokasi tersebut cukup dekat dengan ibukota kabupaten.
Ketersediaan air bersihnya tergantung dari curah hujan, maka untuk mencukupi kebutuhan air bersihnya perlu diberikan gentong plastik dengan volume 300 liter sebanyak 2 unit/KK. Bentuk antisipasi lainnya adalah Pembangunan Kolam Tandon Air (KTA) seluas 0,5 Ha dengan ukuran 50 m x 100 m dan kedalaman 3 m. Setiap unit KTA ini diperkirakan hanya dapat mencukupi kebutuhan air bersih untuk 50 KK, sehingga untuk lokasi Tanah Miring SP.1 dengan daya tamping sebanyak 200 KK diperlukan KTA sebanyak 4 unit.
Terdapat beberapa masukan-masukan sebagai usaha konservasi tanah dalam pengembangan kegiatan usaha tani di lokasi Tanah Miring SP.1 seperti perlunya penanaman pohon di daerah konservasi lahan sebagai daerah tangkapan air. Pada setiap pematang sawah agar diupayakan untuk ditanami tanaman produktif, disamping dapat menambah pendapatan juga berfungsi sebagai pelindung air. Pembangunan saluran sederhana yaitu dengan memanfaatkan saluran kanan kiri jalan, namun demikian air pada saluran tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pembuang air saja, tetapi lebih ditekankan pada fungsi pengaturan air saja, tetapi lebih ditekankan pada fungsi pengaturan air, sehingga air tersebut diupayakan dapat dimanfatkan pada musim kering.
Kesuburan tanah perlu adanya penambahan unsur hara dalam tanah terutama unsur hara yang mengandung unsur nitrogen. Jumlah pupuk yang diperlukan tiap hektarnya adalah urea 200 Kg. TSP 150 Kg dan KCI 150 Kg. jumlah kapur yang dibutuhkan untuk setiap hektar lahannya adalah 1.500 Kg/Ha.
Dalam pelaksanaan Pembangunan permukiman transmigrasi lokasi Tanah Miring SP.1 disarankan agar masyarakat setempat disertakan sebagai tenaga lokal/buruh. Masyarakat setempat juga diikutsertakan sebagai peserta transmigrasi lokal, khususnya masyarakat yang miskin dan pecahan KK.
Untuk mengurangi dampak lingkungan yang terjadi, maka diperlukan langkah koordinasi antar lintas sectoral dan program penyuluhan bagi masyarakat tentang dampak lingkungan terhadap kegiatan prakonstruksi, kontruksi dan pasca konstruksi Pembangunan permukiman transmigrassi di lokasi Tanah Miring SP.1 ini.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Tanah Miring XXIVa/B/1 Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Tahun 2008
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.9.B.20.
|
| Penerbit | CV. Makrothumia Eirene : Merauke, Papua., 2008 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
307.2
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Desember 2008
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
225Lembar
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Dinas Migrasi Pemukiman dan Tenaga Kerja, Pemerintah Kabupaten Merauke
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






