Detail Cantuman
Advanced SearchInovasi Desa Membangun, Pemanfaatan Data IDM, tahun 2019.
Seperti yang kita ketahui bahwa sebagian besar wilayah Indonesia terdiri dari pedesaan. Pemerintah
menaruh perhatian besar terhadap perkembangan ekonomi pedesaan. Pembangunan pedesaan terus dilakukan
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan penerapan program inovasi dalam pemanfaatan
IDMdesa di harapkan setiap desa di Indonesia menjadi lebih maju dan mandiri
.
Pembangunan pedesaan menjadi tujuan dalam meningkatkan hidup social dan ekonomi masyarakat
miskin serta ekonomi moderen, desa merupakan tempat tinggal yang memiliki kesatuan hidup yang memiliki
sistem pemerintahan sendiri. Dalam klasifikasi desa ada yang termasuk ke dalam desa agraris, desa industry
desa nelayan yang kesemuanya itu memiliki ciri khas dan potensi yang akan dikembangkan menjadi suatu
pembangunan pedesaan yang berhasil. Berdasarkan perkembangannya desa terbagi menjadi desa mandiri,
desa maju, berkembang, desa tertinggal dan desa sangat tertinggal. Indeks Desa Membangun (IDM)
merupakan suatu indeks yang disusun dengan memperhatikan ketersediaan data yang berdasarkan pada
potensi desa yang diterbitkan BPS.
Pemanfaatan data IDM dalam membangun desa didasarkan pada klasifikasi dalam status desa
terdapat kriteria-kriteria sebagai berikut :- Desa sangat tertinggal memiliki nilai batas ≤ 0,491- Desa tertinggal memiliki nilai IDM dengan batas > 0,491 dan ≤ 0,599- Desa berkembang memiliki nilai IDM dengan batas indeks antara >0,599 dan ≤ 0,707- Desa maju memiliki nilai IDM dengan batas nilai anatara >0,707 dan ≤ 0,815 dan- Desa maju memiliki nilai IDM dengan batas indeks >0,815
Membangun desa berbasis IDM dimulai dengan mencari model pendekatan dalam pembangunan pedesaan
beberapa model pendekatan tersebut yaitu :
1. Model Pendekatan Sektoral
Model Pendekatan Sektoral adalah model pendekatan yang di dorong oleh kebutuhan untuk memastikan
keamanan pangan domestik dan peran sentral pertanian dalam ekonomi pedesaan.
2. Model Pendekatan Multi Sektoral
Model Pendekatan Multi Sektoral adalah model pendekatan yang disarankan untuk mendukung sector
pertanian dalam menhadapi peningkatan biaya dan menangani surplus pertanian yang disebabkan adanya
peningkatan produksi.
3. Model Pendekatan teritorial adalah pendekatan yang mengarah pada pembangunan pedesaan yang terlihat
lebih umum dan memiliki peran aktif untuk sector pedesaan.
4. Model Pendekatan Lokal adalah Metode yang difokuskan pada pendekatan individu yang diarahkan pada
masalah-masalah khusus di rumah tangga individu atau tingkat bisnis.
Disamping beberapa pendekatan diatas, perlu dan pentingnya dukungan dan kerjasama lintas sektor dalam
membangun desa.diharapkan dengan informasi IDM dapat digunakan sebagai landasan kerjasama lintas
sektor dan stakeholder dengan cara Indeks Ketahanan Social (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), dan
Indeks Keahanan Lingkungan/Ekologi (IKL). Pengembangan Desa menuju Desa Mandiri memerlukan
kerjsama yang melibatkan beragam sektoral dan stakholder pada suatu wilayah.kerjasaa ini tidak saja
kerjasama dalam bentuk horisontal tetapi kerjasama yang vertikal termasuk kerjasama dalam bentuk
kerjasama antar Desa. Tak kalah penting juga yaitu peranan Pendamping Desa, Kader Pemberdayaan
Masyarakat Desa, Tenaga Profesional, dan Pelatih Masyarakat
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Inovasi Desa Membangun, Pemanfaatan Data IDM, tahun 2019.
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.5.A.1.
|
| Penerbit | Pusdatin Balilatfo : Jakarta., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
307.7
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cetakan Pertama 2019
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
130 Halaman
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Anwar Sanusi, Ph.D
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






