Image of Sebunga Sp.1 Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Tahun 2010.

Sebunga Sp.1 Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Tahun 2010.



Tujuan dari Penyusunan Rencana Teknis Tata Ruang Unit Pemukiman Transmigrasi adalah
untuk mmberikan laporan hasil survey lapangan berupa informasi tentang keadaan fisik, ekonomi, analisis kesesuaian pemukiman dan rencana teknis sauan pemukiman di daerah
studi. Letak Administratif. Secara Administratif Lokasi studi Sabunga SP.1 terletak di wilayah Desa Sabunga, Kecamatan
Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Secara Fisik Lokasi Studi
Berbatasan dengan :
1. Sebelah Utara : Kebun Kelapa Sawit PT. Wahana Hijau Semesta/ Dusun Beruang
2. Sebelah Selatan : Jalan tanah ke Aruk
3. Sebelah Timur : S. Berjongkong dan Lahan Masyarakat Desa Sebunga (Desa Aruk & Aping)
4. Sebelah Barat : Kebun Kelapa Sawit.PT. Wahana Hijau Semesta. Letak Geografis
- Bujur Timur (BT) : 109ᶿ 39’ 19,68” - 109ᶿ 41’ 49,96”
- Lintang Utara (LU) : 1ᶿ 30’ 44,15 - 1ᶿ 32’ 42’’ Luas Areal Survey
Luas areal survey di daerah studi seluas : 1.040 Ha

Aksesibilitas. Aksesibilitas menuju ke lokasi studi :
Pontianak - Sambas berjarak 226 Km dengan angkutan darat (Mobil/Sepeda Motor) ditempuh
selama 5 jam dengan kondisi jalan aspal. Sambas - Aruk berjarak 75 Km dengan angkutan darat (Mobil/Sepeda Motor) ditempuh
selama 2,5 jam dengan kondisi Jalan Aspal dan Jalan Tanah. Aruk - Lokasi berjarak 14 Km dengan angkutan darat (Sepeda Motor) ditempuh selama 1
jam dengan kondisi Jalan Tanah. Sumber Air. Ketersediaan Air Bersih
Sesuai hasil kajian kuantitas air tanah dangkal di daerah studi adalah bahwa secara kuantitas
dan kontinuitasnya setiap sumur dapat memenuhi 2 - 4 keluarga transmigran, namun
demikian hasil analisis lapangan menunjukkan bahwa sumber air tanah dangkal tersebut tidak
memenuhi kriteria sebagai air minum dan hanya dapat digunakan untuk MCK. Oleh karena itu, maka untuk sumber air bersih pada tahap permulaan direkomendasikan dari air hujan. Pada
curah hujan rata-rata bulanan sebesar 24`1,7 mm, maka volume tangkapan air atap yang
dapat ditampung sebesar 6.961,0 liter/ bulan atau 232,0 liter/ hari. Kebutuhan air setiap
keluarga transmnigran sebanyak 300 liter/hari (5 Anggota keluarga) atau 9.000 liter/bulan. Dengan demikian ketersedian air hujan yang dapat ditampung setiap keluarga untuk setiap
bulan dapat membantu mencukupi kebutuhan air sehari-hari. Untuk menampung air hujan
tersebut, setiap KK memerlukan gentong penampung sebanyak 3 buahdengan kapasitas 300
Liter. - Peruntukka lahan RTSP di Lokasi Studi - Alokasi Lahan, Daya Tampung dan Peruntukkan Lahan

Alokasi Lahan
Sesuai program pelaksanaan transmigrasi dan sesuai kesepakatan dengan warga
masyarakat setempat, maka alokasi lahan untuk setiap Kepala Keluarga (KK) transmigran
adalah :
- Lahan Pekarangan : 0,25 Ha (2.500 m2)
-Lahan Usaha I : 0,75 Ha (7.500 m2)

Daya Tampung
Berdasakan Alokasi Lahan untuk setiap Kepala Keluarga, Bahwa untuk mempertimbangkan
luas lahan netto yang dapat direncanakan, maka daya tampung optimal pada lokasi yang
direncanakan secara keseluruhan sebanyak 200 KK.  Rencana Peruntukkan Lahan
Rencana peruntukkan lahan disesuaikan dengan kondisi aktual saat ini, kebutuhan ruang
yang diperlukan untuk rencana program transmigrasi pola TPLK dan dengan
mempertimbangkan daya tampung optimal untuk lokasi tersebut. Rencana peruntukkan
lahan untuk calon lokasi Sabunga Sp. 1 yaitu :

-Lahan Pekarangan (1/4 Ha/ KK) : 50 Ha (Ukuran Kapling (25 x 100) m2 / KK)
-Lahan Usaha I ( 1/4 Ha/KK) : 100,50 Ha (Ukuran Kapling (75 x 100) m2 / KK
-Lahan Usaha II (1,0 Ha / KK : 200 Ha (Uk. Kapling (100 x 100) m2 / KK
-Fasiltas Umum : 4 Ha
-Kuburan : 2,76 Ha
-Test Farm/ Seed Farm : 5 Ha
-Jalan Poros/ Penghubung : 6,14 Ha (Lebar alokasi lahan = 20 m)
-Jalan Desa : 3,10 Ha {Lebar alokasi lahan = 10 m)
-Konservasi Sungai : 37,55 Ha (Lebar Alokasi Lhan = 10 m)
-Kampung/ Kebun campura : 281,05 Ha (25 m kanan-kiri sungai kecil)
- Pangonan : 7,80 Ha
- Ìnclave : 35,60 Ha

Klasifikasi Tanah di Daerah Studi. 1. Aluvial Gleik, Dystric Fluvisols, Typic Tropaquents [ Luas : 18,50 Ha (1,78%) ]
2. Podselik Gleik, GleyicnAcrisols, Typic, Tropodults [ Luas : 21,00 Ha (2,98%) ]
3. Podsolik Ortoksik, Orthickd Acrisolsm Typic Kanhapluduts [ Luas : 990,50 Ha (65,24 %) ]
Klasifikasi Iklim di Daerah Studi

Berdasarkan Data Iklim untuk di daerah Sebunga SP.1 memiliki :
1. Temperatur tahunan rata-rata sebesae 26,5ᶿ, temperatur udara rata-rata tertinggi 27,1ᶿ
terjadi pada bulan Juni dan terendah 26,1ᶿ terjadi pada bulan Nopember , Desember dan
Januari.. 2. Tingkat Kelembabban nisbi adalah 84,8 % dengan variasi 82,7% pada bulan Juli dan
Agustus dan 86,7% pada bulan Januari. 3. Lamanya Penyinaran matahari bervariasi antara 42,9 % pada bulan Desember hingga
63,0% pada bulan Juli, kecepatan angin di daerah studi tergolong rendah dengan rata- rata tahunan sebesar 3,7 knot, sedangkan rata-rata bulanannya bervariasi dari 3,4 knot, sedangkan rata-rata bulanannya bervariasi dari 3,4 knot hingga 4,0 knot. 4. Bulan basah (P > 200 mm) selama 5 bulan berturut-turut tanpa adanya bulan kering. Tipe

iklim ini sesuai untuk tanaman padi dan palawija. Bangunan Rumah Transmigran. Jenis rumah yang diusulkan di calon lokasi transmigrasi adalah rumah panggung atap seng, dinding dan lantai papan, ukuran 36 m2 dan letaknya ± 19 m dan jalan pemukiman setiap
rumah dilengkapi dengan jamban keluarga yang letaknya di luar rumah . dengan demikian
jumlah rumah dan jamban yang harus dibangun di calon lokasi yang diusulkan adalah rumah
200 unit dan jamban 200 unit.

Fasilitas Umum. Fasilitas umum di daerah studi seperti :
Kantor unit, Balai Pertemuan, Gudang Pupuk, Gudang Jadup, Rumah Kepala Unit, Rumah
Petugas, Rumah Ibadah (Mesjid) dan (Gereja), Puskesmas Pemabntudan Sekolah Dasar : 3
lokal. Kondisi Pertanian. Survei kondisi Pertanian dilokasi di Desa Sebunga Sp. 1 dipilihnya lokasi tersebut sebagai
fokus studi dengan pertimbangan bahwa kondisi lahan (tanah dan iklim) serta dukungan
sarana prasarana ekonomi pertanian para transmigran Sebunga dimasa yang akan datang. Jenis Tanaman yang diusulkan di lokasi studi terdiri dari tanaman pangan : Padi dan Palawija
dan tanaman Perkebunan yaitu Durian, Jambu, karet, Kelapa, Kelapa Sawit, Ubi Kayu, dan
Jambu Biji


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Sebunga Sp.1 Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Tahun 2010.
No. Panggil
R.11.A.12.
Penerbit CV. Hanum Consulting Engineer : Pontianak.,
Deskripsi Fisik
Buku
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
307.2
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Mei 2010
Subyek
Info Detil Spesifik
75 Lembar
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this