Image of Penyusunan Master Plan KTM Ketapang Nusantara, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Tahun 2009

Penyusunan Master Plan KTM Ketapang Nusantara, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Tahun 2009



Ruang lingkup kawasan studi adalah Kawasan Transmigrasi Ketapang Nusantara yang berlokasi di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Kawasan studi ini akan ditentukan batasan secara spasial ataupun aspasial pengembangan KTM Kawasan Ketapang Nusantara tersebut, berdasarkan aspek-aspek pendukung termasuk potensi dan masalah aspek-aspek pembentukan Kota Terpada Mandiri Kawasan Ketapang Nusantara tersebut.

Kawasan KTM Ketapang Nusantara terletak di sebelah Selatan Kabupaten Aceh Tengah, yang dilalui oleh jalan Negara yaitu Takengan-Blang Kejeren untuk Kawasan yang berada di Kecamatan Linge dan jalan Provinsi Sp. Glelungi-Atu Lintang-Jagong Jeget-Isaq untuk Kawasan yang berada di Owaq Kecamatan Atu Lintang dan Jagong Jeget. Kawasan KTM yang berada di Owaq, Kecamatan Linge berjarak sekitar 74 km dari Kota Takengan yang merupakan ibukota Kabupaten Aceh Tengah dengan waktu tempuh 2 jam dengan jalan yang cukup lebar serta beraspal hotmix, dengan jarak dan waktu tempuh yang relatif dekat dari pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Tengah, maka perkembangan dan aktifitas di KTM Ketapang Nusantara mudah dipantau dan dievaluasi.

Kawasan KTM Ketapang Nusantara menurut Junghuhn termasuk pada daerah iklim sedang dan daerah iklim sejuk secara umum daerah tersebut dibedakan berdasarkan daerah sedang yakni tinggi tempat 600 – 1500 m dari permukaan laut. Suhu 22°-17,1°C. tanamannya seperti padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina dan sayur-sayuran. Daerah sejuk dengan tinggi tempat 1500 – 2500 m dari permukaan laut. Suhu 17,1° - 11,1°C. tanamannya seperti teh, kopi, kina dan sayur-sayuran.

Berdasarkan kondisi fisiknya, Kawasan KTM Ketapang Nusantara terdiri dari medan yang beragam, mulai dari dataran rendah sampai wilayah berbukit dan bergunung. Dataran rendah dan landau pada umumnya terdapat di Kecamatan Jagong Jeget dan Atu Lintang. Ketinggian tempat antar wilayah kecamatan cukup bervariasi, berkisar antara 625-2050 m di atas permukaan laut.

Berdasarkan peta Geologi Lembar Takengan (0520) Sumatera, Takengan dipotong oleh Pegunungan Barisan, maka oleh karenanya daerah tersebut didominasi oleh formasi batuan berlipat dan patahan. Batuan yang paling tua dan mengalami metamorphosis dijumpai dibagian tengah rangkaian pegunungan. Batuan yang lebih muda (tersier) menjadi kurang terpilin kearah daerah pantai di utara dan barat daya. Eurupsi volkanik telah menghasilkan sejenis pusat-pusat volkanik utama, dengan endapannya menutupi sebagian batuan tua. Deposit marinsubresen dan alluvial dominan di timur laut dan barat daya.

Berdasarkan Peta Satuan Lahan dari Kesesuaian Lahan (Puslitanak) dan RePPProT serta sesuai denagn system klasifikasi tanah Soil Taxonomy (USDA), tanah-tanah yang terdapat di Kawasan KTM Ketapang Nusantara dapat dibedakan menjadi empat kelompok ordo tanah yaitu Entisols, Inceptisols, Ultisols dan Alfisols, pembeda utama satuan lahan adalah kondisi medan (terrain) dan geologi bahan induk tanah.

Jumlah penduduk Kawasan perencanaan di KTM Ketapang Nusantara pada tahun 2007 sebanyak 20.575 jiwa, persebaran yang paling besar terdapat pada Desa Atu Lintang Kecamatan Atu Lintang dengan jumlah penduduk sebesar 2.257 jiwa dan Desa Jeget Ayu Kecamatan Jagong Jeget sebesar 2.134 jiwa sedangkan jumlah penduduk tahun 2007 yang paling kecil terdapat pada Kecamatan Linge Desa Umang 156 jiwa.

Kondisi sosial budaya masyarakat Kawasan KTM Ketapang Nusantara pada umumnya didominasi oleh suku Gayo Lut dengan proporsi sebesar 79% selain itu ada suku Jawa yang mendiami Kawasan KTM meskipun hanya minoritas dengan proporsi 14% sedangkan sisanya adalah penduduk suku lain seperti suku Aceh.

Suku Gayo adalah sebuah suku bangsa yang mendiami dataran tinggi di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Suku Gayo mendiami tiga kabupaten utama yaitu Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Gayo Lues, Sebelum Aceh Tengah dimekarkan menjadi 2 kabupaten. Aceh Tengah mempunyai penduduk sekitar 250.000 jiwa terdiri dari Suku Aceh, Suku Gayo dan Suku Jawa. Suku Gayo beragama Islam dan mereka dikenal taat dalam agamanya. Suku Gayo menggunakan bahasa yang disebut bahasa Gayo.

Di Kawasan KTM Ketapang Nusantara terdapat sarana pendidikan berupa TK, SD, SMP, dan SMA, dengan rincian 15 unit TK, 27 unit SD, 9 unit SMP, dan 1 unit SMA. Namun belum terdapat perguruan tinggi di Kawasan KTM Ketapang Nusantara, untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi masyarakat melanjutkan ke kota lain seperti Takengan, Banda Aceh, dan Medan.

Secara keseluruhan jumlah penduduk Kawasan KTM Ketapang Nusantara merupakan pemeluk agama Islam. Untuk itu, sarana peribadatan yang tersedia juga secara keseluruhan merupakan sarana peribadatan bagi umat Islam. Sarana Kesehatan juga tersedia seperti puskesmas, puskesmas pembantu, dan polindes. Di kawasan KTM Nusantara terdapat beberapa sarana perdagangan seperti pasar harian, pasar mingguan, toko, kios dan bengkel.

Perekonomian Masyarakat Kawasan KTM Ketapang Nusantara didominasi oleh sektor pertanian meliputi sub sektor tanaman pangan, sub sektor Perkebunan, sub sektor peternakan, dan sub sektor perikanan.

Rencana penetapan wilayah pengembangan untuk menciptakan struktur ruang yang terintegrasi dengan pola pelayanan yang terpadu dalam pengembangan wilayah, maka dibentuk suatu pola pengembangan wilayah melalui beberapa pusat pengembangan yang terbagi dalam Satuan Wilayah Pengembangan (SWP).

Wilayah Pengembangan (WP 1) berada di bagian Tengah/Utara dengan karakteristik kondisi geografis sangat mendukung untuk pengembangan berbagai aktivitas perkotaan. Pusat wilayah pengembangan ini berada di Kecamatan Bebesen dengan daerah cakupan terdiri dari Kecamatan Bebesen, Lut Tawar, Bintang, Pegasing, dan Kecamatan Kute Panang. Potensi pengembangan di wilayah ini berupa pemerintahan, pariwisata, tanaman pangan lahan basah, perikanan dan perkebunan.

Wilayah Pengembangan (WP 2) berada di bagian barat dengan karakteristik kondisi geografis raltif mendukung untuk pengembangan berbagai aktivitas pertanian. Pusat wilayah pengembangan ini berada di Kecamatan Silih Nara dengan daerah cakupan terdiri dari Kecamatan Silih Nara, Celala, Rusip Antara, Bies dan Kecamatan Ketol. Potensi pengembangan di wilayah ini berupa koleksi, distribusi, produksi dan perekonomian sektor tanaman pangan (lahan kering dan lahan basah), hortikultura dan Perkebunan.

Wilayah Pengembangan (WP 3) berada di bagian timur dengan karakteristik kondisi geografis kurang mendukung untuk pengembangan berbagai aktivitas kegiatan. Kondisi fisik di daerah ini sebagian besar berupa Kawasan lindung. Pusat wilayah pengembangan berada di kecamatan Linge dengan daerah cakupan terdiri dari kecamatan Linge, Jagong Jeget dan kecamatan Atu Lintang. Potensi pengembangan di wilayah ini sektor pariwisata, tanaman pangan lahan kering, peternakan dan perikanan.





Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Penyusunan Master Plan KTM Ketapang Nusantara, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Tahun 2009
No. Panggil
R.4.A.3.
Penerbit PT. Lemtek Konsultan Indonesia : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
Buku
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
307.2
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Oktober 2009
Subyek
Info Detil Spesifik
675 Lembar
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this