Image of Panopa XId/F/2,3 Kabupaten Kota Waringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Tahun 1996/1997.

Panopa XId/F/2,3 Kabupaten Kota Waringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Tahun 1996/1997.



Letak administratif

Lokasi studi adalah calon SP-2 pada SKP F WPP XI.d lokasi Panopa. Lokasi Panopa secara administratif termasuk kedalam wilayah Kecamatan Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Kecamatan Lamandau seluas +- 2.588 km2 merupakan salah satu diantara 10 kecamatan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat terdisi dari 153 desa, sebagian besar desa di kecamatan ini memiliki penduduk kurang dari 200 KK.

Secara geografis areal survai Lokasi Panopa XI.d/F/2,3 terletak pada Koordinat 111º05’30” - 111º10’00” Bujur Timur, dan 01º54’ - 02º00’ Lintang Selatan

Aksesibilitas Lokasi Studi

Aksesibilitas Lokasi Studi Panopa cukup baik dengan menggunakan jalur perhubungan darat dan sungai dari Pangkalan Bun ke lokasi 200 km +- 9jam perjalanan

Iklim dan Sumber Air

Curah hujan rata-rata tahunan lokasi studi sebesar 2.830 mm, dengan curah hujan rata-rata tiap bulan 235 mm. Curah hujan terbesar jatuh pada bulan Januari sebesar 345 mm dan rata-rata terkecil jatuh pada bulan Agustus sebesar 78 mm. Banyaknya hari hujan dalam 1 tahun rata-rata bervariasi dari 8,9 - 22,4 hari hujan/bulan.

Jalan negara yang merupakan jalan lintas/trans Kalimantan berdekatan dengan lokasi studi, keberadaan jalan direncanakan sebagai jalan penghubung. Kondisi jalan penghubung tersebut (Lintas Kalimantan) bervariasi yaitu sepanjang 70km dari kota propinsi berupa jalan permanen dan 130 km berupa jalan yang sudah mendapat perkerasan san masih butuh perbaikan

Sumber material dan Timbunan Jalan

Sepanjang koridor dari rencana Jalan Poros SP-2 dan SP-3 Panopa berupa daerah perbukitan sehingga sumber material galian dan timbunan cukup banyak. Deposit sumber material tersebut diatas cukup untuk pembangunan jalan poros yang akan direncanakan dengan konstruksi perkerasan dari sub base material Klas C

Jalan Poros dan jalan Desa

Untuk SP-2 Panjang jalan poros adalah 4.671 km dengan jumlah jembatan kayu sebanyak 3 buah (24 m) dan jumlah dan jumlah gorong-gorong sebanyak 6 buah (48 m). Sedangkan panjang jalan SP-2 adalah 19,26 km dengan jumlah jembatan sebanyak 5 buah (30 m) dan jumlah gorong-gorong sebanyak 104 buah (520 m). Panjang jalan poros pada SP-3 adalah 4.400 km dengan jumlah jembatan kayu sebanyak 2 buah (28 m) dan tanpa gorong-gorong. Sedangkan panjang jalan desanya adalah 20,25 km dengan jumlah jembatan kayu sebanyak 13 buah (78 m) dan jumlah gorong-gorong sebanyak 85 buah (425 m).

Penyiapan Bangunan dan Sumber Material

Jumlah rumah transmigran yang dibangun di SP-2 adalah 500 unit dan di SP-3 450 unit berupa rumah panggung berukuran 7x5 m dengan ketinggian 0,5 m dari muka tanah. Posisi rumah berada ditengah antara kiri dan kanan batas lahan dan sekitar 15 meter dari as jalan desa di depannya. Setiap rumah transmigrasi diusahakan menghadap ke jalan desa. Bangunan rumah transmigran terdiri atas 4 ruang dengan fungsi : ruang tamu, kamar tidur, ruang makan, dan dapur. Dinding rumah dibuat dari papan dan atapnya dari seng, yang dilengkapi dengan satu buah jamban keluarga yang terletak di belakan


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Panopa XId/F/2,3 Kabupaten Kota Waringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Tahun 1996/1997.
No. Panggil
R.10.C.17.
Penerbit PT. Aneka Cipta : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
Buku
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
307.2
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
November 1996
Subyek
Info Detil Spesifik
375 Lembar
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this