Detail Cantuman
Advanced SearchRade Dara VI/C/6 Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Tahun 2009
Tujuan
Tujuan dari Rencana Teknis Unit Pemukiman Transmigrasi agar Lokasi yang dicalonkan merupakan lokasi yang layak huni, layak usaha dan layak berkembang, Pelaksanaan pembangunan pemukiman transmigrasi, penyiapan lahan dan penyiapan bangunan dilakukan secara terarah dan lancar, pengembangan pemukiman transmigrasi yang dibuat sesuai dengan kebijaksanaan pengembangan daerah tersebut dan pengembangan pertanian yang ditetapkan dilokasi yang dimaksud merupakan usaha tani yang secara ekonomi memberikan hasil yang optimal tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Letak Administratif.
Secara Administratif Lokasi studi Rade Dara terletak di Desa Kawinda Nae, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Secara Fisik Lokasi Studi Berbatasan dengan :
1. Sebelah Utara : Laut Flores
2. Sebelah Selatan : HPB
3. Sebelah Timur : Sori Oo
4. Sebelah Barat : Sori Sejati
Aksesibilitas.
Aksesibilitas menuju ke lokasi studi :
Mataram - Simpang Banggo berjarak 330 Km dengan angkutan darat (Mobil/Bus) ditempuh selama 10 jam.
Simpang Banggo - Lokasi berjarak 147 Km dengan angkutan darat (Mobil/ Bus) ditempuh selama 6 jam.
Sumber Air.
Air Permukaan
Sumner Permukaan di lokasi studi Rade Dara yang dapat dialirkan ke lokasi pemukiman transmigrasi adalah sungai Sori Sumba yang mempunyai lebar ± Meter dengan debit 4.2 l/dtk. Jarak pipa dari baik intake ke Pusat Desa Rade Dara sepanjang 1531.707 meter dengan beda tinggi ± 50.90 m. sedangkan panjang pipa dari pusat Desa Rade Dara ke seluruh jaringan sepanjang 7859.527 meter.
Air Tanah Dangkal
Dari hasil penggalian sumur uji diketahui bahwa sebagian calon lahan pekarangan terdapat sumber air tanah dangkal, dengan rata-rata kedalaman 15 m - 20 m, sedangkan di calon lokasi fasilitas umum hanya bisa dilayani dengan membuat fasilitas air bersih dengan membuat jaringan perpipaan sistem gravitasi dengan membuat reservoir dari beberapa mata air yang ada di daerah hulu.
- Kualitas air
Berdasarkan hasil analisa laboratorium air menunjukkan bahwa kualitas air yang ada di lokasi studi seluruhnya tergolong baik artinya dapat dipakai sebagai sumber air minum dengan syarat terlebih dahulu dilakukan proses pembubuhan kaporit
Peruntukka lahan RTSP di Lokasi Studi
Lahan yang di buka
Lahan Pusat Desa : 8 Ha, Lahan Pekarangan : 100 Ha, Lahan Usaha I : 300 Ha, Lahan Kuburan : 4,100 Ha, Test Farm : 3,500 Ha, Jalan Poros : Panjang (Km) : 2.052 m, Jalan Desa ; 10.200 m
Lahan yang tidak dibuka
Lahan Usaha II : 400 Ha, Tanah Kas Desa : 70.8 Ha, Konservasi / Lahan cadangan : 284,250 Ha, Bufter Zine : 157,290 Ha dan Ladang Milik Penduduk : 42.240 Ha
Peruntukan Lahan dan Daya Tampung.
Peruntukkan Lahan :
Adapun alokasi peruntukkan lahan yang diusulkan untuk diterapkan di lokasi Rade Dara dibuat berdasarkan elemen - elemen yang dibutuhkan, yaitu sebagai berikut :
- Lahan Pekarangan (LP)
Lahan Pekarangan adalah areal yang dimanfaatkan untuk tapak rumah dan tanaman pangan / buah-buahan bentuk lahan pekarangan yang direncanakan yaitu model 4 (empat) persegi dengan ukuran 25 m x 100 m. Lahan Pekarangan setiap KK adalah 0,25 Ha sehingga luas lahan yang direncanakan untuk lahan pekarangan adalah 400 KK x 0,25 Ha/KK = 100,00 Ha.
- Lahan Usaha (LU I)
Lahan Usaha I adalah lahan dengan peruntukkan tanaman pangan sebagai sumber utama pendapatan transmigran. Lahan usaha I tiap KK adalah 0,75 Ha sehingga lahan usaha I yang direncanakan adalah : 400 KK x 0,75 Ha/KK= 100 ha.
- Lahan Usaha (LU II)
Lahan Usaha II adalah untuk tanaman keras. Lahan usaha II tiap KK adalah 1 ha sehingga lahan yang direncanakan untuk LU II adalah 400 KK x 1 ha /KK = 400 Ha.
- Lahan Fasiltas Umum (FU)
Fasilitas Umum berfungsi sebagai pusat pelayanan kegiatan sosial direncanakan luas lahan yang di rencanakan seluas 3 Ha.
Daya Tampung :
Peruntukkan Lahan untuk pemukiman transmigrasi adalah LP (0,25 Ha/KK), LU I (0,75 Ha/KK), LU II (1 Ha/KK), Fasilitas umum, jalan poros (DMJ 20 m) dan Jalan Desa 9DMJ 10 m) setelah di desain tata ruang daya tampung maksimal lokasi Rade Dara sebanyak 400 KK.
Klasifikasi Tanah di Daerah Studi.
1. Mediteran Humik (SPL1).
2. Regosol Humik (SPL 3).
3. Litosol (SPL3).
Klasifikasi Iklim di Daerah Studi
Berdasarkan Data Iklim untuk di daerah Rade Dara memiliki :
1. Suhu udara rata-rata bulanan terbesar pada Bulan Oktober yaitu 35,10ᶿ sedangkan suhu udara rata-rata minimum terjadi pada bulan Juli sebesar 31,30ᶿ.
2. Kelembaban Udara rata-rata bulanan maksimum terjadi pada bulan Agustus sebesar 82,30%, sedangkan kelembabban udara rata-rata minimum terjadi pada bulan Maret sebesar 337,70% dan kelembaban rata-rata tahunan sebesar 71,79%.
3. Curah Hujan rata-rata bulanan di lokasi Studi antara 1 - 273 mm dengan jumlah curah hujan tahunan sebesar 533 mm rata-rata jumlah hari hujan 41,17 hari dengan jumlah hujan bulanan April s/d Septembe dan Desember.
4. Bulan Basah di lokasi studi rata-rata bulan Basah 6 bulan dan bulan kering 5 bulan.
Bangunan Rumah Transmigran.
Bangunan rumah transmigrasi dibangun diatas lahan pekarangan seluas 0,25 Ha, Sarana teknis konstruksi rumah mengikuti standar yang dikeluarkan oleh Ditjen Perbendaharaan Sumber Daya Kawasan Transmigrasi yaitu type 36 Non Panggung dengan luas lantai bangunan rumah berukuran 6 x 4 meter. Jenis dan jumlah bangunan yang direncanakan di lokasi Rade Dara disesuaikan dengan daya tampungnya yaitu 400 KK, Jenis bangunan rumah ditetapkan jeniss bangunan semi permanen dengan menggunakan pondasi setempat batu kali dan memasang rollag bata yang berfungsi sebagai sloof, sedangkan lantai rumah menggunakan beton tumbuk.
Fasilitas Umum.
Fasilitas umum di daerah studi seperti :
Balai Desa, Puskesmas Pembantu, Gudang Unit, Rumah Ibadah, Rumah Kepala Unit, Rumah Petugas (Kopel), Kantor Unit dan Gedung SD.
Kondisi Pertanian.
Survei kondisi Pertanian dilokasi di Desa Kawindae Nae dipilihnya lokasi tersebut sebagai fokus studi dengan pertimbangan bahwa kondisi lahan (tanah dan iklim) serta dukungan sarana prasarana ekonomi pertanian para transmigran Rade Dara dimasa yang akan datang.
Jenis Tanaman yang diusulkan di lokasi studi terdiri dari tanaman semusim dan tanaman keras. Tanaman semusim yaitu Padi dan Palawija, sedangkan tanaman keras berupa Kopi dan Mete.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Rade Dara VI/C/6 Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Tahun 2009
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.11.C.17.
|
| Penerbit | CV. Cipta Kriya Astha : Mataram, NTB., 2009 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
307.2
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Desember 2009
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
95 Lembar
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Pemrintah Kabupaten Bima, Disnakertrans
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






