Image of Bandung Marga -/-/- Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi bengkulu, Tahun 2008.

Bandung Marga -/-/- Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi bengkulu, Tahun 2008.



Wilayah Desa Bandung, merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Bermani Ulu Raya. Wilayah Kecamatan Bermani Ulu Raya pun merupakan hasil pemekaran dari wilayah Kecamatan Bermani Ulu. Sehubungan dengan realisasi pemecahan wilayah Kecamatan Bermani Ulu Raya baru terrealisasi pada tahun 2007.
Wilayah studi calon Lokasi TSM di desa Bandung Marga, secara administrasi/fisik dibatasi oleh, sebelah utara Taman Nasional Kerinci Seblat. Sebelah timur adalah Desa Tanjung Beringin, Sebelah selatan aliran Sungai Klea/Desa Pal Tujuh. Sebelah barat aliran Sungai Kleai/Desa Pal Tujuh.
Secara geografis maka batas areal survey adalah 102°30´20’’ BT sampai dengan 102°31´00’’ BT dan 3°22´37’’ LS sampai dengan 3°23´45’’.
Berdasarkan klasifikasi Oldeman jumlah bulan basah (BB) di Lokasi studi terdapat 5 bulan (Desember-April) dan bulan kering 4-6 bulan (Mei-November). Curah hujan tahunan di wilayah studi tercatat 2.331 mm. curah hujan rata-rata bulanan tertinggi terjadi pada bulan Januari yaitu 505 mm. sedangkan terendah terjadi pada bulan September sebanyak 21 mm. hari hujan rata-rata tahunan adalah 230 hari/tahun. Hari hujan rata-rata pada bulan Januari sebanyak 27 hari, sedangkan pada bulan Agustus hanya terjadi 7 hari hujan.

Air tanah dangkal di Lokasi survey mempunyai kedalaman berkisar 7 m. hal ini didasarkan atas hasil survey sumur warga di sekitar Lokasi studi. Debit air sumur yang ada, selama ini cukup untuk memenuhi kebutuhan warga sepanjang tahun.
Topografi Lokasi survey merupakan daerah berombak sampai dengan berbukit dengan elevasi rata-rata 775 – 975 mdpl. Penggunaan lahan berupa belukar seluas 262,72 ha (80,78 %) dan ladang dan kebun seluas 62,50 ha (19,22%). Status Kawasan hutan lokasi seluruhnya merupakan Areal Penggunaan Lain (APL) seluruh areal Lokasi survey memenuhi syarat untuk digunakan sebagai lokasi transmigrasi sebagaimana ketentuan yang ditetapkan. Jenis tanah di Lokasi survey dibedakan ke dalam 2 macam, yaitu Kambisol Kromik dan Podsolik Kromik.

Kelas kesesuaian lahan lokasi survey secara potensial dikategorikan sesuai marginal (S3) untuk tanaman pangan dan cukup sesuai (S2) untuk tanaman tahunan. Masukan teknologi yang perlu diberikan adalah pemupukan, penanaman menurut kontur (terasering), pemberian pupuk organik, pengolahan tanah yang memadai serta mempertahankan kawasan konservasi pada areal lahan berbukit dan bergunung.
Trase rencana jalan poros dimulai dari titik terakhir jalan aspal di gang Kades Bandung Marga. BM-0 berada tepat di sisi kanan jalan provinsi sekitar jalan lama menuju ke Lokasi TPA. Sepanjang jalan poros yang direncanakan melewati tanaman kopi rakyat yang masih diusahakan.
Berdasarkan aspek aksebilitas menuju ke Lokasi survey relatif mudah dicapai, memungkinkan arus barang dapat bergerak menuju ke dan dari lokasi TSM. Berdasarkan status lahan sebagaimana peta pencadangan areal TSM Bandung Marga, maka seluruh areal yang survey adalah tanah untuk lokasi transmigrasi. Penggunaan lahan yang ada di dalam lokasi yang seluruhnya dapat dibebaskan untuk lokasi transmigrasi.
Berdasarkan ketersedian air, kebutuhan air bersih untuk transmigran dapat disediakan dari air bersih dangkal, debit air cukup, sebuah sumur dapat memenuhi 3 KK. Kualitas baik memenuhi standar yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 416/MENKES/PER/IX/1990.
Dari seluruh areal yang disurvey 325,22 ha, areal yang direkomendasikan seluas 170,69 ha (52,48%) yakni untuk lahan fasilitas umum (FU), lahan pekarangan (LP) dan lahan usaha I (LU I) serta lahan usaha II (LU II).

Faktor pembatas yang harus dieliminasi pada areal yang direkomendasikan ini adalah perbaikan kesuburan tanah dengan pemupukan, pemeliharaan persediaan air tanah dengan tetap mempertahankan dan merehabilitasi lahan konservasi hutan dan sempadan sungai serta penerapan metode konservasi tanah dalam berusaha tani. Mengingat topografi areal hampir semuanya bergelombang, maka metode terasering mutlak harus dilakukan.
Hasil desain Rencana Rancang Kapling TSM Bandung Marga, diperoleh daya tampung sebesar 75 KK, dengan pola permukiman kosentrik. Alokasi lahan per-KK adalah Lp = 0,05 Ha, Lu I = 0,950 Ha dan LU II = 1 Ha.
Berdasarkan konsep pengembangan transmigrasi Pola Tanaman Pangan Lahan Kering (TPLK) setiap keluarga transmigran memperoleh alokasi lahan berupa lahan pekarangan seluas 0,05 ha, Lahan Usaha I seluas 0,95 ha dan Lahan Usaha II seluas 1,0 ha. Komuditas unggulan yang direkomandasikan adalah kopi dan kakao.

Laporan Akhir Sementara Pekerjaan Penyusunan Rencana Teknis Tata Ruang (Rancang Kapling) Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM) Lokasi Bandung Marga, Rejang Lebong, Bengkulu.
Tahun 2008
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Direktorat Perencanaan Teknis Permukiman dan Perpindahan, Direktorat Jenderal Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Perpindahan,


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Bandung Marga -/-/- Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi bengkulu, Tahun 2008.
No. Panggil
R.10.B.5.
Penerbit Atlas Primarco Consultant : .,
Deskripsi Fisik
Buku
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
307.2
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Desember 2008
Subyek
Info Detil Spesifik
85 Halaman
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this