Detail Cantuman
Advanced SearchKawasan Perdesaan Agrowisata, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Tanun 2019.
Kawasan Perdesaan Agrowisata Kabupaten Banyuwangi
Kawasan perdesaan mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumberdaya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Salah satu kawasan perdesaan yang ditetapkan menjadi Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) adalah Kawasan Perdesaan Agrowisata di Kabupaten Banyuwangi yang mencakup 13 desa yang tersebar di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Licin sebanyak 8 desa, Kecamatan Glagah sebanyak 2 desa dan Kecematan Kalipuro sebanyak 3 desa. Potensi wisata di Kawasan Perdesaan Agrowisata ini dikembangkan dengan mengintegrasikan potensi pertanian, perkebunan dan peternakan sebagai atraksi wisata. Atraksi wisata berbasis komiditi ini menjadi nilai tambah bagi sektor pariwisata di wilayah Kawasan Perdesaan Agrowisata. Berdasarkan pemetaan klister, terdapat 5 klaster yang masuk dalam Kawasan Perdesaan Agrowisata Banyuwangi, yakni : (1) klister pendukung (pusat Kawasan); (2) klister kopi; (3) klister Kambing Etawa; (4) klister Desa Wisata; dan (5) klister homnestay.
Dalam penyajian informasi Kawasan Perdesaan Agrowisata di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, memiliki ruang lingkup pembahasan meliputi profil Kabupaten Banywuangi yang meliputi letak wilayah administrasi, letak geografis, dan aksesibilities, kondisi fisik daerah, dan aspek sosial diantaranya kependudukan, pendidikan, dan kesehatan, perekonomian (PDRB dan pertumbuhan ekonomi) dan komoditas yang cukup potensial dikembangkan di daerah tersebut serta kebijakan pemerintah daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi.
Potensi unggulan Kawasan Perdesaan Agrowisata Kabupaten Banyuwangi ada 3 yaitu kopi rakyat, susu kambing etawa, dan wisata alam dan budaya. Kopi rakyat menjadi potensi unggulan di Kabupaten Banyuwangi ini karena memiliki lahan kopi rakyat seluas 1,700 ha, berproduksi 935 ton pertahun dan adanya festival Ngopi Sepuluh Ewu yang banyak menarik perhatian wisatawan. Selanjutnya untuk susu kambing etawa menjadi potensial unggulan karena memiliki sentra peternakan kambing peranakan etawa dan memiliki produk susu kambing khas rakyat. Wisata alam dan budaya menjadi potensi utama Kawasan Perdesaan Agrowisata Kabupaten Banyuwangi karena Kawasan Perdesaan Banyuwangi merupakan pintu masuk kawah Ijen (kecamatan Licin), banyak terdapat rumah adat dan sanggar budaya, terdapat kuliner khas Banyuwangi dan seringnya terselenggara festival budaya di Banyuwangi menjadi lokasi strategis untuk dikembangkan guna menarik banyak wisatawan.
Buku Kawasan Perdesaan Ekowisata Barat Berisi Data dan Informasi Profil dan Potensi Wisata Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur
Kawasan Perdesaan Agrowisata Kabupaten Banyuwangi :
Kawasan perdesaan mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumberdaya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Salah satu kawasan perdesaan yang ditetapkan menjadi Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) adalah Kawasan Perdesaan Agrowisata di Kabupaten Banyuwangi yang mencakup 13 desa yang tersebar di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Licin sebanyak 8 desa, Kecamatan Glagah sebanyak 2 desa dan Kecematan Kalipuro sebanyak 3 desa. Potensi wisata di Kawasan Perdesaan Agrowisata ini dikembangkan dengan mengintegrasikan potensi pertanian, perkebunan dan peternakan sebagai atraksi wisata. Atraksi wisata berbasis komiditi ini menjadi nilai tambah bagi sektor pariwisata di wilayah Kawasan Perdesaan Agrowisata. Berdasarkan pemetaan klister, terdapat 5 klaster yang masuk dalam Kawasan Perdesaan Agrowisata Banyuwangi, yakni : (1) klister pendukung (pusat Kawasan); (2) klister kopi; (3) klister Kambing Etawa; (4) klister Desa Wisata; dan (5) klister homnestay.
Dalam penyajian informasi Kawasan Perdesaan Agrowisata di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, memiliki ruang lingkup pembahasan meliputi profil Kabupaten Banywuangi yang meliputi letak wilayah administrasi, letak geografis, dan aksesibilities, kondisi fisik daerah, dan aspek sosial diantaranya kependudukan, pendidikan, dan kesehatan, perekonomian (PDRB dan pertumbuhan ekonomi) dan komoditas yang cukup potensial dikembangkan di daerah tersebut serta kebijakan pemerintah daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi.
Potensi unggulan Kawasan Perdesaan Agrowisata Kabupaten Banyuwangi ada 3 yaitu kopi rakyat, susu kambing etawa, dan wisata alam dan budaya. Kopi rakyat menjadi potensi unggulan di Kabupaten Banyuwangi ini karena memiliki lahan kopi rakyat seluas 1,700 ha, berproduksi 935 ton pertahun dan adanya festival Ngopi Sepuluh Ewu yang banyak menarik perhatian wisatawan. Selanjutnya untuk susu kambing etawa menjadi potensial unggulan karena memiliki sentra peternakan kambing peranakan etawa dan memiliki produk susu kambing khas rakyat. Wisata alam dan budaya menjadi potensi utama Kawasan Perdesaan Agrowisata Kabupaten Banyuwangi karena Kawasan Perdesaan Banyuwangi merupakan pintu masuk kawah Ijen (kecamatan Licin), banyak terdapat rumah adat dan sanggar budaya, terdapat kuliner khas Banyuwangi dan seringnya terselenggara festival budaya di Banyuwangi menjadi lokasi strategis untuk dikembangkan guna menarik banyak wisatawan.
Buku Kawasan Perdesaan Ekowisata Barat Berisi Data dan Informasi Profil dan Potensi Wisata Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur
Pusat Data dan Informasi
Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Informasi
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Tahun 2019
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Kawasan Perdesaan Agrowisata, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Tanun 2019.
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.3.A.79.
|
| Penerbit | Pusdatin, BPI. KDPDTT : Jakarta., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9-786237-129936
|
| Klasifikasi |
307.7
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Desember 2019
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
111 Halaman
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Dr. Ivanovich Agusta, S.P. M.Si.
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






