Image of Profil KTM (Kota Terpadu Mandiri)/KPB (Kawasan Perkotaan Baru) Tambora, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Tahun 2018.

Profil KTM (Kota Terpadu Mandiri)/KPB (Kawasan Perkotaan Baru) Tambora, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Tahun 2018.



Tujuan.
Tujuan dari Penyusunan Buku Data dan Informasi KTM/KPB Tambora adalah :
1. Memberikan gambaran mengenai kondisi KTM/KPB Tambora.
2. Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan dalam ruang lingkup Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi baik di pusat maupun daerah.

Letak Geografis dan Administratif.
Kawasan KTM/KPB Tambora merupakan kawasan pegunungan yaitu Gunung Tambora yang secara fisik mengelilingi Gunung Tambora. Secara geografis terletak pada posisi antara 8 .8'51'' - 8 .25'13'' LS dan 117 .45'24'' - 118 .17'42'' BT. Sedangkan secara administratif KTM/KPB Tambora terletak di Pulau Sumbawa, dan termasuk dalam wilayah kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mencakup 2 kecamatan yaitu : Kecamatan Sanggar dan Kecamatan Tambora, dengan pusat KTM/KPB yang terletak di Desa Sariponihi SP.2.
KTM/KPB Tambora terdiri dari 2 kecamatan yang meliputi 17 desa, yaitu di Kecamatan Tambora terdiri dari 11 desa yaitu : Desa Kawinda Nae, Kawinda Tengah, Oi Bura, Soripanihi, Kawinda Toi, Labuhan Kananga, UPT Soripanihi SP 1, UPT Soripanihi SP 2, UPT Soripanihi SP 3, UPT Soripanihi SP 4, UPT Soripanihi SP 5, dan Kecamatan Sanggar terdiri dari 6 desa yaitu : Desa Piong, Kore, Sandue, Taloko, Boro, dan Desa Oi Saro.
Tetapi berdasarkan data dan informasi yang di dapat dari lapangan yaitu lokasi permukiman transmigrasi di Kawasan KTM/KPB Tambora terdapat 2 kecamatan yang terdiri dari 19 desa. Kecamatan Sanggar terdapat 6 desa yaitu : Desa Piong, Kore, Sandue, Taloko, Boro, Oi Saro (dari Ex UPT Piong) dan Kecamatan Tambora terdapat 13 desa yaitu : Desa Labuan Kananga, Oi Bura, Kawinda Na'e, Rasa Bou, Oi Panihi, UPT Soripanihi SP 3, Soripanihi SP 4, UPT Soripanihi SP 5, dan UPT Soripanihi SP 6.
Posisi KTM/KPB Tambora secara fisik dipisah oleh Kabupaten Dompu, sehingga secara aksesibilitas KTM/KPB Tambora lebih muda dicapai dari Kabupaten Dompu dibandingkan dengan Kabupaten Bima.

Status Perkembangan Desa.
Diketahui bahwa sebanyak 3 desa atau 23,08% mempunyai status IDM sebagai desa berkembang, sebanyak 9 desa atau 69,23% mempunyai status IDM sebagai desa tertinggal, dan 1 desa atau 7,69% mempunyai status IDM sebagai desa sangat tertinggal.

Aksesibilitas.
Pencapaian menuju ke lokasi KTM/KPB Tambora. Jakarta - Lombok ditempuh selama 2 jam dengan Pesawat Udara. Lombok - Bima ditempuh selama 55 menit dengan Pesawat Udara. Bima - Lokasi KTM berjarak 174 km ditempuh selama 4,5 jam dengan kendaraan Roda 4.

Pembangunan Sarana dan Prasarana Permukiman.
Pembangunan sarana dan prasarana yang sudah dibangun di KTM/KPB Tambora yaitu : Gerbang KTM, Tugu KTM, Masjid, Jalan Boulevard, Perpustakaan, Pasar, Kantor Pengelola KTM, Jalan Lokal Primer/Sekunder, Sarana Air Bersih, PLTS, dan Pos Jaga Terminal.

Kependudukan.
Jumlah penduduk di KTM/KPB Tambora sebanyak 16854 jiwa, yang terdiri dari jumlah penduduk laki-laki sebanyak 9.035 jiwa, dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 7.819 jiwa.
Pendidikan.
Jumlah fasilitas pendidikan yang ada di KTM/KPB Tambora yaitu : TK 15 unit, SD/MI 29 unit, SMP 7 unit, dan SMA/SMK 3 unit.
Kesehatan.
Jumlah fasilitas kesehatan di KTM/KPB Tambora terdiri dari : Poliklinik 1 unit, Puskesmas 2 unit, Pustu 8 unit, Polindes/Poskesdes 12 unit, Posyandu 27 unit, Praktek Dokter 2 unit, dan Praktek Bidan 4 unit.
Agama dan Peribadatan.
Penduduk di KTM/KPB Tambora mayoritas memeluk agama islam, dan sarana peribadatan terdiri dari : Masjid 34 unit, Mushola 44 unit, Pura 1 unit, dan belum terdapat sarana peribadatan berupa Gereja.

Jaringan Komunikasi.
Jaringan kominikasi yang ada di KTM/KPB Tambora seperti : Bidang Kominikasi, Jaringan Televisi, dan Jaringan alat komunikasi Pesawat Radio.

Potensi Pengembangan Usaha.
Komoditas pertanian yang potensial dikembangkan di KTM/KPB Tambora Yaitu :
1. Tanaman Pangan : Padi sawah, Padi Ladang, Jagung, Ubi Kayu, Ubi Jalar, Kacang Tanah, dan Kacang Kedelai.
Potensi Kelautan dan Perikanan.
Potensi perikanan di KTM/KPB Tambora terdapat : Perikanan Tangkap, dan Perikanan Budidaya.

Ekonomi dan Sosial.
Kelembagaan ekonomi pada KTM/KPB Tambora adalah : Pengembangan usaha pertanian berskala agribisnis, Gabungan kelompok tani dengan bentuk kemitraan yang sudah ada adalah Bapak Angkat, Perkebunan Rakyat, dan Agroestate. Selain itu terdapat Bank sebanyak 2 unit, BUMDesa 12 unit, Pasar 2 unit, Toko 8 unit, Kios/Warung 228 unit, KUD hampir di setiap desa ada dan non KUD sebanyak 3 unit.
Kelembagaan sosial pada KTM/KPB Tambora adalah : Sepak Bola, Bola Volly, Bola Basket, dan Bulu Tangkis, serta kelompok kesenian umumnya meliputi Teater, Music, Tari, dan Wayang.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Profil KTM (Kota Terpadu Mandiri)/KPB (Kawasan Perkotaan Baru) Tambora, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Tahun 2018.
No. Panggil
R.4.D.32.
Penerbit Pusdatin, Balilatfo : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
Buku
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-7129-12-7
Klasifikasi
307.2
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Desember 2018
Subyek
Info Detil Spesifik
33 Lembar
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this