Detail Cantuman
Advanced SearchData dan Informasi Desa Ketersediaan Pasar, Tahun 2016.
Ketersediaan Pasar.
Ketersediaan Pasar merupakan kebutuhan dari infrastruktur ekonomi. Ketersediaan pasar di setiap daerah dinilai sebagai tingkat pertumbuhan roda perekonomian dan kelancaran aktifitas perekonomian masyarakat dan pemerataan infrastruktur bidang ekonomi.
Provinsi Aceh :
Untuk Provinsi Aceh jumlah desa yang diolah adalah 6.474 desa. Hasil olahan menunjukkan desa yang tersedia pasar permanen sebanyak 248 desa (3,83%), pasar semi permanen sebanyak 203 desa (3,14%), pasar tanpa bangunan sebanyak 95 desa (1,47%) dan sebesar 91,57% atau 5.928 desa belum ada pasar.
Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar permanen yaitu : Sabang (22,22%), Banda Aceh (10,00%), dan Aceh Tamiang (6,57%). Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar semi permanen yaitu : Aceh Singkil (14,66%), Aceh Selatan (8,46%), dan Lhokseumawe (5,88%). Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar tanpa bangunan yaitu : Banda Aceh (8,89%), Aceh Tamiang (7,04%), dan Aceh Tengah (3,39%). Sementara tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang tidak ada pasar yaitu : Pidie Jaya (96,40%), Biruen (95,57%), dan Pidie (94,64%).
Provinsi Jawa Timur :
Untuk Provinsi Jawa Timur jumlah desa yang diolah adalah sebanyak 7.723 desa. Hasil olahan menunjukkan desa yang tersedia pasar permanen sebanyak 1.131 desa (14,64%), pasar semi permanen sebanyak 657 desa (8,51%), pasar tanpa bengunan sebanyak 450 desa (5,83%) dan sebesar 71,02% atau 5.485 desa tidak ada pasar.
Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar permanen yaitu : Pacitan (27,11%), Ngawi (25,35%), dan Tuban (24,12%). Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar semi permanen yaitu : Trenggalek (28,29%), Sampang (22,78%), dan Jember (19,91%). Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar tanpa bangunan yaitu : Banyuwangi (34,92%), Sidoarjo (13,35%), dan Bangkalan (12,09%). Sementara tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang tidak ada pasar yaitu : Batu (94,74%), Pasuruan (89,15%), dan Bondowoso (89,00%).
Provinsi Kalimantan Timur :
Untuk Provinsi Kalimantan Timur jumlah desa yang diolah adalah sebanyak 833 desa. Hasil olahan mrnunjukkan desa yang tersedia pasar permanen sebanyak 47 desa (5,64%), pasar semi permanen sebanyak 124 desa (14,89%), pasar tanpa bengunan sebanyak 198 desa (23,77%) dan sebesar 55,70% atau 464 desa tidak ada pasar.
Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar permanen yaitu : Kutai Kartenegara (9,84%), Penajam Paser Utara (6,67%), dan Kutai Timur (5,97%). Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai keterseduiaan pasar semi permanen yaitu : Paser (38,13%), Penajam Paser Utara (36,67%), dan Kutai Kartenegara (16,06%). Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar tanpa bangunan yaitu : Kutai Kartenegara (47,15%), Kutai Timur (26,12%), dan Kutai Barat (22,11%). Sementara tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang tidak ada pasar yaitu : Berau (95,88%), Mahakam Ulu (92,00%), dan Kutai Barat (65,79%).
Provinsi Sulawesi Barat :
Untuk Provinsi Sulawesi Barat jumlah desa yang diolah adalah sebanyak 576 desa. Hasil olahan menunjukkan desa yang tersedia pasar permanen sebanyak 31 desa (5,38%), pasar semi permanen sebanyak 103 desa (17,88%), pasar tanpa bangunan sebanyak 16 desa (2,78%) dan sebesar 73,96% atau 426 desa tidak ada pasar.
Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar permanen yaitu : Majene (11,29%), Mamuju Utara (10,17%), dan Mamasa (5,36%). Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar semi permanen yaitu : Mamuju Tengah (37,04%), Mamuju (32,58%), dan mamuju Utara (32,20%). Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar tanpa bangunan yaitu : Mamuju Tengah (9,26%), Mamuju (6,74%), dan Mamuju Utara (3,39%). Sementara tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang tidak ada pasar : Mamasa (89,29%), Polewali Mandar (85,42%), dan Majene (64,52%).
Provinsi Maluku :
Untuk Provinsi maluku jumlah desa yang diolah adalah sebanyak 1.191 desa. Hasil olahan menunjukkan desa yang tersedia pasar permanen sebanyak 42 desa (3,53%), pasar tanpa bengunan sebanyak 44 desa (3,69%) dan sebesar 88,25% atau 1.051 desa tidak ada pasar.
Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar permanen yaitu : Ambon (16,67%), Maluku Tengah (8,06%) dan Buru (7,32%). Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar semi parmanen yaitu : Seram Bagian Barat (14,13%), Buru (13,41%) dan Ambon (10,00%). Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar tanpa bangunan yaitu : Tual (15,38%), dan Seram Bagian Barat (5,43%). Sementara tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang tidak ada pasar yaitu : Kepulauan Aru (98,29%), Maluku Tenggara Barat (96,25%) dan Seram Bagian Timur 94,27%).
Provinsi Papua Barat :
Untuk Provinsi Papua barat jumlah desa yang diolah adalah sebanyak 1.628 desa. Hasil olahan menunjukkan desa yang tersedia pasar permanen sebanyak 8 desa (0,49%), pasar semi permanen sebanyak 58 desa (3,56%), pasar tanpa bangunan sebanyak 29 desa dan sebesar 94,16% atau 1.533 desa tidak ada pasar.
Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar permanen yaitu : Fak-Fak (2,11%), Sorong Selatan (1,65%), dan Manokwari (1,21%). Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar semi permanen yaitu : Sorong Selatan (11,57%), Manokwari Selatan (7,02%), dan Raja Ampat (6,84%). Tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang mempunyai ketersediaan pasar tanpa bangunan yaitu : Sorong Selatan (7,44%), Teluk Wondama (3,95%) dan Fak-Fak (2,82%). Sementara tiga kabupaten/kota tertinggi dengan persentase desa yang tidak ada pasar yaitu : Pegunungan Arfak (99,40%), Sorong (97,39%) dan Tambrauw (97,16%).
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Data dan Informasi Desa Ketersediaan Pasar, Tahun 2016.
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.3.A.47.
|
| Penerbit | Pusdatin, Balilatfo, KDPDTT : Jakarta., 2016 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
307.7
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
November 2016
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
84 Lembar
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Helmiati (Kepala Pusat Data dan Informasi)
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






