Detail Cantuman
Advanced SearchKawasan Perdesaan Pengolahan Kelapa, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, Tahun 2019.
Latar Belakang :
Kawasan perdesaan adalah : Kawasan yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengolahan sumberdaya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Dalam UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa, pembangunan kawasan perdesaan merupakan perpaduan pembangunan antar-Desa dalam 1 Kabupaten/Kota.
Dalam RPJM 2015-2019 arah kebijakan dan strategi pembangunan dan kawasan perdesaan adalah :
1. Pemenuhan Standar Pelayanan Minimum Desa sesuai dengan kondisi geografisnya.
2. Penanggulangan kemiskinan dan pembangunan usaha ekonomi masyarakat desa.
3. Pembangunan sumber daya manusia, dan pembentukan modal sosial budaya masyarakat desa.
4. Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup berkelanjutan, serta penataan ruang kawasan perdesaan.
5. Pengembangan ekonomi kawasan perdesaan untuk mendorong keterkaitan desa-kota.
Pada tahun 2015 Direktorat Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan (Ditjen PKP).telah menetapkan 261 Kawasan Perdesaan yang tersebar di 182 Kabupaten dan diharapkan akan jadi lokus dalam pembangunan Kawasan Perdesaan di tahun berikutnya.
Tujuan Penyusunan ini adalah :
Untuk menyajikan informasi mengenai Kawasan Perdesaan Daruba, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Morotai, Provinsi Maluku Utara.
Profil Kabupaten Pulau Morotai.
Karakteristik Lokasi dan Wilayah : Pulau Morotai sejak tahun 2002 merupakan bagian dari Pemerintahan Kabupaten Halmahera Utara. Berdasarkan UU No. 53 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Pulau Morotai, sejak tahun 2008 Pulau Morotai memisahkan diri dari Kabupaten Halmahera Utara menjadi Kabupaten Pulau Morotai. Kabupaten Pulau Morotai beribukota di Daruba Kecamatan Morotai Selatan dan mempunyai luas wilayah 2.314.,90 Km2.
Secara administratif, Kabupaten Pulau Morotai terdiri dari 5 Kecamatan dan 88 Desa. Kecamatan dengan wilayah terluas adalah : Kecamatan Morotai Selatan Barat, sedangkan yang terkecil adalah : Kecamatan Morotai Timur.
Kabupaten Pulau Morotai mencakup sebuah pulau-pulau kecil yang berjumlah 33 pulau, dengan rincian pulau yang berpenghuni sebanyak 7 pulau dan pulau yang tidak berpenghuni sebanyak 26 pulau. Sebagian besar masyarakat bermukim di wilayah pesisir. Hanya sebagian kecil masyarakat yang berdiam di dalam hutan. Dari total 88 desa, yang terletak ditepi laut (pesisir) mencapai 89,8% sedangkan yang terletak di dalam dan/sekitar hutan/pedalaman adalah 10,2%.
Kependudukan :
Penduduk Kabupaten Pulau Morotai berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2016 sebanyak 62.412 jiwa, yang terdiri dari jumlah penduduk laki-laki sebanyak 32.123 jiwa, sedangkan jumlah penduduk perempuan sebanyak 30.289 jiwa.
Pertanian.
Pertanian Tanaman Pangan :
Pulau Morotai mendapat surplus padi dari panen raya perdana di lahan seluas 110 hektar tahun 2018. Sampai tahun depan total luas lahan pertanian 300 hektar terselesaikan. Badan Statistik Morotai 2016 mencatat, pada 2015 luas padi sawah 1450 hektar panen 314 hektar dengan produksi 943 ton.
Pertanian Tanaman Buah-Buahan :
Komoditas tanaman buah-buahan seperti Kelapa Dalam/Kelapa Bido merupakan varietas Kelapa Super unggul, Nanas, Lengkeng, dan Mangga dodol sebagai produk unggulan.
Tanaman Perkebunan :
Pada 2013 lahan kelapa 12.374 hektar, dengan produksi 11.166 ton. Cengkeh luas 2.124 hektar, produksi 207 ton, Luas kebun Pala 2.966 hektar dengan produksi 101 ton, dan Kakao 1.630 hektar dengan produksi 217 ton.
Perikanan :
Potensi perikanan tangkap Pulau Morotai berada pada Wilayah Penangkapan Perikanan (WPP) 715, 716 dan 717 dengan potensi ikan tangkap adalah 1.714.158 ton per tahun.
Profil Kawasan Daruba dan Kontribusinya Terhadap Kabupaten Morotai Selatan.
Kota Daruba adalah : Pusat kota dan ibukota dari Kecamatan Morotai Selatan. Pusat perekonomian pun terlihat jelas disini, Sumber-sumber kebutuhan masyarakat banyak terlebih dahulu mampir dan dikelola di Daruba. Kapal Ferry yang mengangkut kebutuhan poko regular berlayar ke Daruba.
Wilayah Pengembangan Kawasan Daruba.
Kawasan Perdesaan Daruba terletak di Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Morotai, Provinsi Maluku Utara. Kawasan Perdesaan Daruba mempunyai wilayah pengembangan sebanyak 6 desa yaitu : Desa Aha, Desa Dehegila, Desa Joubela, Desa Morodadi, Desa Momojiu dan Desa Daruba. Potensi unggulan yang akan dikembangkan dalam kawasan perdesaan adalah : Buah Kelapa. Penghasilan Utama sebagian besar penduduk di Kawasan perdesaan Daruba saat ini adalah lapangan usaha perkebunan dan perikanan.
Kependudukan.
Berdasarkan data Kabupaten Maluku Utara dalam angka (2016) Jumlah rumah tangga tahun 2016 di Kecamatan Morotai Selatan adalah 5.588 kepala keluarga dengan penduduk 24.371 jiwa yang terdiri dari 12.477 laki-laki dan 12.254 perempuan. Luas kecamatan Morotai Selatan adalah 831 km2 sehingga kepadatan penduduk adalah 18,35 jiwa/km2.
Pendidikan.
Fasilitas sekolah/pendidikan di Kecamatan Morotai Selatan :
Jumlah penduduk pada tahun 2019 sebanyak 31.199 jiwa. Pada tahun 2020 sebanyak 33.271 jiwa.
Jumlah TK pada tahun 2019 ada 25 unit. Pada tahun 2020 ada 27 unit.
Jumlah SD pada tahun 2019 ada 19 unit. Pada tahun 2020 ada 21 unit.
Jumlah SMP pada tahun 2019 ada 6 unit. Pada tahun 2020 ada 7 unit.
Kesehatan.
Fasilitas kesehatan di Kecamatan Morotai Selatan :
Jumlah penduduk pada tahun 2021 sebanyak 35.480 jiwa.
Jumlah Puskesmas pada tahun 2019/2020/2021 tidak ada.
Jumlah Pustu pada tahun 2019/2020/2021 sebanyak 1/1/1.
Jumlah Praktek Dokter pada tahun 2019/2020/2021 sebanyak 6/7/7.
Jumlah Klinik Bersalin pada tahun 2019/2020/2021 sebanyak 1/1/1.
Pertanian.
Pertanian Tanaman Pangan :
Daruba pada tahun 2015, luas padi sawah 1450 hektar, panen 314 hektar dengan produksi 943 ton. Desa Aha kawasan Daruba adalah sentra pertanian penghasil beras utama di Morotai Selatan. Daruba juga punya empat komoditas unggulan, yakni Kelapa, Cengkeh, Pala, dan Kakao.
Pertanian Tanaman Buah-Buahan :
Di Kawasan Daruba perkebunan kelapa dan olahanya seperti Kopra merupakan andalan warga untuk kehidupan mereka. Pada 2013 lahan kelapa 12.374 hektar dengan produksi 11.166 ton, Cengkeh luas 2.124 hektar, produksi 207 ton.
Tanaman Perkebunan :
Di Daruba luas kebun Pala 2.966 hektar dengan produksi 101 ton dan kakao 1.630 hektar dengan produksi 217 ton.
Perikanan :
Di Daruba hasil produksi perikanan pada tahun 2014 tercatat 179.620 ton. Sektor perikanan, alat tangkap nelayan paling banyak dipakai yaitu handline, ada 1.038 buah. Kapal penangkap ikan didominasi kapal motor tempel 694 kapal.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Kawasan Perdesaan Pengolahan Kelapa, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, Tahun 2019.
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.3.A.78.
|
| Penerbit | Pusdatin, Balilatfo, KDPDTT : Jakarta., 2019 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9-786237-129981
|
| Klasifikasi |
307.7
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Juli 2019
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
74 Eksemplar
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Ivanovich Agusta
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






