Image of Strategi Pengembangan Ekonomi Dan Investasi Desa Dalam Mendukung Percepatan Desa Di Era Digital, Tahun 2021.

Strategi Pengembangan Ekonomi Dan Investasi Desa Dalam Mendukung Percepatan Desa Di Era Digital, Tahun 2021.



Tujuan, Sasaran, dan Manfaat.
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Mengkaji respon kebijakan ekonomi dan investasi pemerintah desa dalam menghadapi pandemi Covid-19.
2. Menemukan kendala dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan ekonomi dan investasi desa.
3. Menyusun strategi pengembangan ekonomi dan investasi desa di masa pandemi.
Sasaran dari studi ini adalah :
1. Diperolehnya gambaran tentang respon kebijakan desa atas berbagai upaya pemulihan ekonomi yang telah dilakukan.
2. Diperolehnya informasi detil tentang kendala dan tantangan dalam pengembangan ekonomi dan investasi desa.
3. Diperolehnya konsep kebijakan terkait pengembangan ekonomi dan investasi desa sekaligus strategi pemulihan ekonomi ditingkat desa.
Manfaat dari studi ini adalah :
1. Memberikan gambaran jelas tentang alternatif pengembangan ekonomi dan investasi di desa.
2. Memberikan gambaran masa depan terwujudnya desa kuat, maju, mandiri dan demokratis atas pemanfaatan pengembangan teknologi digital.
Sedangkan Output dari studi ini adalah :
1. Dokumen kajian dan rekomendasi pengembangan ekonomi dan pengembangan di desa.
2. Dokumentasi dan publikasi tentang alternatif pengembangan (peningkatan) dan percepatan pembangunan desa dengan penggunaan pendekatan digital.
Lingkup Penelitian :
Pemerintah dalam menangani dan menanggulangi Covid-19 sudah sangat lengkap, dari sisi ketersediaan kebijakan (regulasi) dan sekaligus dukungan anggaran. Namun demikian, sejauh mana tingkat ketepatan dan efektifitasnya pada tingkat lokal, itulah yang menjadi persoalan. Dengan tetap menghargai dan mengakui kedudukan dan status Desa sebagai daerah otonom ditingkat bawah, Penelitian ini akan melihat sejauh mana respons kebijakan desa sebagai entitas kehidupan sosial-politik melakukan penyesuaian (adjusmant) dan respon terhadap semua program penanggulangan Covid yang telah digelontorkan (diprogramkan) secara "On top" sebagaimana tersebut diatas. Dengan dasar pemikiran demikian, maka masalah penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana respon kebijakan ekonomi dan investasi pemerintah desa dalam menghadapi pandemi Covid-19.
2. Apa kendala dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan ekonmi dan investasi desa.
3. Bagaimana strategi pengembangan ekonomi dan investasi desa di masa pandemi.
Lokasi Penelitian adalah :
1. Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Kenapa Desa ini terpilih untuk dijadikan kajian, karena merupakan desa edukasi wisata yang berbasis digital, kepala desanya seorang Youtuber sukses dan berhasil dengan konten Bibit dan Buah Alpukat Kelud dan Aligator. Bahkan saking terkenal buah alpukatnya, sampai nama desa jambu terkenal dengan buah alpukat, hal itu terpengaruh betapa dahsyatnya promosi alpukat melalui digital secara profesional dan terus menerus. Chanel Youtube Desa Wisata Jambu Kediri sudah 96.200 ribu subscriber. Desa Jambu hadirkan produk unggulan Alpukat Kelud untuk penggemar tanam buah dalam pot (Tabulampot) dengan kegigihan Kepala Desa yang mempromosikan potensi desanya menggunakan sosial media akhirnya malah menjadi Youtuber sukses. Dampak dari penggunaan teknologi digital yang tepat maka membuat kemajuan desa secara ekonomi dan keterbukaan pelayanan informasi.
2. Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Kenapa dipilih lokasi ini sebuah desa yang asri dan sejuk dengan dipenuhi orang-orang yang ramah. Wisata Di Desa Keling ada beberapa lokasi potensi wisata alami. Seperti Gua Jegles Sungai Kembangan, Sarana Irigasi Air Pipo dan Sumber Gemuling. Selain wisata alam, di desa ini juga ada wisata sejarah dan religi. Yaitu di Ziarah Makam Hadratusyaikh Imam Nawawi di Ponpes Ringinagung termasuk keberadaan Masdjid Tua yang berusia lebih dari satu abad. Dalam sejarah nusantara di daerah Keling Kepung ini pernah kembali berjaya pada periode akhir Majapahit, Pada tahun 1474 berhasil menumbangkan hegemoni Majapahit. Jawa dalam keadaan pecah belah itu kekuasaannya sampai tahun 1527, bergeser kembali ke Kediri (Daha) dengan pusat kekuasaan di Keling (Kepung-Kediri) di bawah Dinasti Girindrawardhana. Dalam Prasasti Jiu disebutkan pada 1486 M, nama kerajaannya "Wilwatikta Daha Jenggala Kadiri". Kerajaan itu berakhir akibat perluasan islam, oleh intervensi Giri yang menganggap dinasti yang berkuasa bukanlah kelanjutan dinasti yang memerintah Majapahit sebelummnya.
3. Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Kenapa dipilah lokasi ini karena Desa Wisata Paron, memiliki beberapa obyek wisata yang mampu dinikmati semua kalangan khususnya keluarga. Di Desa ini ada kolam renang yang siap memanjakan keluarga saat berlibur. Semangkin lengkap lagi dengan adanya kolam pemancingan sebagai sarana rekreasi bagi mereka para penghobi mancing. Tak ketinggalan, untuk anak-anak juga akan mendapatkan liburan yang menyenangkan, sebab di Desa Paron ini juga ada taman anak serta wisata edukasi berupa kebun binatang mini. Jika ingin bersantai, ada juga joglo yang sangat cocok untuk bersantai bersama keluarga. Bazar UMKM berupa kuliner jajanan pasar, kesenian tari Kuda Lumping untuk melestarikan budaya daerah yang sekaligus menjadi salah satu ikon lokasi wisata tersebut. Wisata Desa Paron juga mendapatkan dukungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Strategi Pengembangan Ekonomi Dan Investasi Desa Dalam Mendukung Percepatan Desa Di Era Digital, Tahun 2021.
No. Panggil
R.3.C.12.
Penerbit Kementerian Desa, PDTT : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
Buku
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
307.7
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan Pertama 2022
Subyek
Info Detil Spesifik
41 Lembar
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this