Detail Cantuman
Advanced SearchPeran Kaum Milenial Sebagai Cross - Cutting Interpreter Dalam Pembangunan Desa, Tahun 2021.
Tujuan dan Sasaran.
Tujuang Kajian adalah :
1. Memetakan kondisi milenial di desa berdasarkan karakter.
2. Mengidentifikasi potensi sumber daya alam desayang dikembangkan oleh kaum milenial.
3. Menyusun rekomendasi yang dibutuhkan dalam peningkatan peran milenial sebagai cross-cutting interpreter dalam pengelolaan sumber daya alam.
Sasaran Kajian ini adalah tersusunnya rekomendasi :
1. Peta kondisi milenial di desa berdasarkan karakter.
2. Peta potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan peran milenial desa.
3. Rekomendasi peningkatan peran milenial sebagai cross-cutting interpreter dalam pengelolaan potensi sumber daya alam.
Kerangka Pemikiran :
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 mengamanahkan bahwa pembangunan desa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lungkungan secara berkelanjutan.
Dalam Undang-Undang Desa tersebut juga mengalami perubahan paradigma pendekatan pembangunan yaitu masyarakat yang semula sebagai obyek pembangunan bergeser menjadi subyek pembangunan.
Hal ini dimaknai bahwa masyarakat terlibat secara aktif dalam pembangunan desa. Komponen masyarakat yang ada di desa terdiri dari tokoh masyarakat, generasi muda, pelaku usaha dan masyarakat umum.
Saat ini jumlah generasi muda/kaum milenial cukup besar yaitu 25,57% atau 69,90 juta jiwa dari jumlah penduduk di Indonesia. Kaum milineal tersebut sebagian besar tinggal di desa dan akibat pandemic covid-19 terdapat polarisasi kaum melenial dari kota ke desa.
Lokasi :
Lokasi kegiatan ditentukan berdasarkan daerah yang memiliki kaum milenial cukup besar dan keterlibatannya dalam pembangunan desa. Secara purposive terpilih dua (2) kabupaten yaitu : Kabupaten Brebes (Jawa Tengah), dan Rasau Jaya (Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat) yang merupakan lokasi implementasi rencana kerja pengembangan ekonomi Kementerian Desa, PDTT.
Startegi Peningkatan Peran Milenial Sebagai Cross-Cutting Interpreter :
1. Memberikan fasilitas, pelatihan, pendampingan, dan arahan dalam pengelolaan potensi sumber daya alam sesuai 4 (empat) karakter milenial (self development, menyenangi pekerjaan yang fleksibel, membutuhkan sosok yang mengarahkan, dan tertarik menjadi entrepreneur) agar milenial mampu berperan lebih aktif dan dapat menjalin hubungan lebih luas sebagai cross-cutting interpreter dalam pembangunan desa.
2. Memfasilitasi teknik pemasaran dan promosi secara digital agar dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.
3. Perubahan sistem pendidikan dari konvensional menjadi digitalisasi pendidikan dan pelatihan atau dengan pendekatan teknologi approach.
4. Memberikan fasilitas terhadap tenaga pengajar untuk meningkatkan pengetahuan dan penguasaan teknologi digital.
5. Meningkatkan pengetahuan milenial tentang ancaman bencana alam dengan memanfaatkan teknologi.
Strategi Menggerakan Kaum Milenial Desa :
1. Memahami karakter milenial yang membutuhkan sosok pemimpin yang dapat mengarahkan bukan mendikte.
2. Melibatkan kaum milenial dalam setiap kegiatan desa, mulai perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi agar pembangunan dapat dilaksanakan secara partisipatif.
3. Memberikan keleluasaan pada kaum milenial untuk mengembangkan kreatifitas sesuai dengan karakter dan pasion masing-masing milenial.
4. Membangun sinergi sesepuh desa, perangkat desa, tokoh agama, dengan kaum milenial desa dan organisasi kepemudaan agar terjalin hubungan yang harmoni
5. Melakukan pertemuan rutin antara aparat, tokoh masyarakat, pemuka agama dengan kaum milenial untuk mendengarkan ide dan masukan dari kaum milenial.
6. Melibatkan seluruh organisasi sosial kepemudaan dalam melaksanakan pembangunan, ketertiban dan keamanan desa.
7. Melakukan pelatihan dan fasilitas akses permodalan, promosi dan pemasaran produk inovasi.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Peran Kaum Milenial Sebagai Cross - Cutting Interpreter Dalam Pembangunan Desa, Tahun 2021.
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.3.C.11.
|
| Penerbit | Kemendes, PDTT : Jakarta., 2021 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
307.7
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cetakan Pertama 2022
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
77 Lembar
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Agus Kuncoro, S. Sos., M.Si (Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan Desa, PDTT)
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






