Detail Cantuman
Advanced SearchKomunikasi Persiapan Prototipe Praktik Baik Desa Cerdas, Tahun 2020.
Latar Belakang.
Perkembangan teknologi informasi (TI) memberikan tantangan dalam pembangunan ekonomi desa. Desa dituntut harus mampu beradaptasi mengikuti kemajuan teknologi dengan mengurangi kesenjangan digital melalui pengembangan desa digital. Untuk itu diperlukan kapasitas sumber daya manusia (SDM) desa melalui kegiatan pelatihan, pendampingan dan literasi digital untuk membentuk SDM talenta digital. Data menunjukan, sampai saat ini telah terdapat 233 desa yang menjadi contoh desa digital di Indonesia.
Selaras dengan tuntutan perkembangan teknologi informasi dan dalam menghadapi industri 4.0, Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Derah Tertinggal merancang sebuah Program Desa Cerdas (Smart Village).
Hali ini dilatarbelakangi oleh :
1. Meningkatnya tren penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
2. Kebutuhan untuk mewujudkan demokratisasi di desa, dimana pemanfaatan TIK akan mendorong partisipasi aktif masyarakat, transparan dan akuntabilitas.
3. Tercapainya pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desamelalui pemanfaatan teknologi digital.
Inovasi Desa Cerdas (Smart Village) merupakan salah satu upaya mengintegrasikan informasi yang ada di desa secara digital. Suatu desa dapat dikatankan Desa Cerdas apabila desa tersebut secara inovatif memanfaatkan teknologi informasi untuk mencapai peningkatan kualitas hidup, efisien dan daya saing dalam aspek ekonomi, sosial dan ekonomi.
Maksud, Tujuan, Sasaran dan Manfaat.
Maksud :
Maksud dari kegiatan komunikasi prototipe praktik baik Desa Cerdas adalah mengetahui informasi prototipe praktik baik desa digital melalui kegiatan Fokus Group Diskusi secara virtual atau mengkomunikasikan desa-desa yang telah mempunyai praktik baik Desa Cerdas, pada desa-desa terpilih yang nantinya dapat dijadikan rujukan untuk pelaksanaan kegiatan Desa Cerdas.
Tujuan :
1. Menyelenggarakan Fokus Group Diskusi secara virtual dengan desa-desa yang diindikasikan telah mempunyai praktik baik dalam digital desa.
2. Memfasilitasi pemaparan Desa tentang praktik baik desa berbasis teknologi informasi guna berbagi pengetahuan desa-desa yang telah mempunyai praktik baik menuju 6 pilar capaian Desa Cerdas.
3. Mengetahui potret prototipe praktik baik desa digital yang menggambarkan 6 pilar capaian Desa Cerdas.
Sasaran :
1. Terselenggaranya kegiatan Fokus Group Diskusi secara virtual dengan desa-desa yang diindikasikan telah mempunyai praktik baik dalam digital desa.
2. Informasi praktik baik desa melalui kegiatan komunikasi indikasi prototipe praktik baik Desa Cerdas sebagai media tukar menukar pengetahuan dan informasi.
3. Berbagi pengetahuan antara kabupaten dan desa sebagai inspirasi pengembangan Desa Cerdas ke depannya.
Manfaat :
1. Pemerintah desa yang berpartisipatif aktif dalam FGD komunikasi dapat berbagi pengetahuan praktik baik tingkat perkembangan desa dalam memanpaatkan teknologi informasi untuk pembanguna desa.
2. Desa digital yang telah mempunyai praktik baik menuju 6 pilar Desa Derdas dapat dijadikan sebagai rujukan rencana pelaksanaan kegiatan Desa Cerdas.
Ruang Lingkup Kegiatan.
Ruang lingkup focus group discussion (FGD) komunikasi persiapan prototipe praktik baik Desa Cerdas antara lain :
1. Mengidentifikasi upaya desa dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam pembangunan desa.
2. Memetakan dan menganalisis desa desa digital dalam capaian 6 pilar Desa Cerdas yang menguraikan sinergi program pembangunan daerah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa dalam lingkup Desa Cerdas.
3. Melakukan diskusi melalui Fokus Group dengan melibatkan desa desa yang telah mempunyai praktik baik digital dan pemerintah daerah Kabupaten/Kota.
Kegiatan FGD komunikasi konsulidasi persiapan prototipe praktik baik Desa Cerdas meliputi penyusunan paparan berisi tentang pencapaian dan upaya yang dilakukan desa pada berbagai bidang yang mengacu pada 6 pilar Desa Cerdas yaitu :
1. Masyarakat Cerdas : yaitu investasi dalam keterampilan dan pengetahuan dasar dalam pemanfaatan internet secara efektif untuk meningkatkan kreatifitas dan kesejahteraan contohnya, Pelatihan Pengembangan keterampilan bagi masyarakat dan perangkat desa dengan memanfaatkan IT, dll.
2. Ekonomi Cerdas : Di mana teknologi digital menjadi alat bantu dalam membuka akses pasar dan informasi, serta jalur produksi dan distribusi contohnya, Pengembangan BUM Desa, ada kerjasama yang dilakukan desa dengan berbagai pihak untuk mengembangkan kegiatan perekonomian, dll.
3. Pemerintahan Cerdas : Teknologi digital mendukung tersedianya layanan dasar secara efektif dan layanan publik contohnya, Pelayanan publik dengan menggunakan teknologi seperti aplikasi website, dll.
4. Lingkungan Cerdas : Teknologi digital mendukung tujuan pelestarian lingkungan melalui konservasi dan peningkatan kesadaran mempromosikan pemanfaatan sumber daya alam yang lestari dan efisien contohnya, Pengelolaan sampah dll.
5. Hidup Cerdas : Kesejahteraan difokuskan pada investasi pengembangan sumber daya manusia dan sosial budaya contohnya, Pelayanan kesehatan disabilitas.
6. Mobilitas Cerdas : Teknologi digital dapat meningkatkan keterhubungan daerah pedesaan dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia contohnya, Ketersediaan jaringan dll.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Komunikasi Persiapan Prototipe Praktik Baik Desa Cerdas, Tahun 2020.
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.3.C.2.
|
| Penerbit | Puslitbang, Balilatfo : Jakarta., 2020 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
307.7
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Desember 2020
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
63 Lembar
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Dr. Sumarlan, S.Pd., M.Si.
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






