Detail Cantuman
Advanced SearchPenyusunan Bahan Instrumen Monitoring Dan Evaluasi Desa Cerdas, Tahun 2020.
Latar Belakang.
Beberapa desa yang sudah dikomunikasikan mempunyai indikasi desa Cerdas, antara lain desa Punggul (desa disebut smart village Punggul) Kecamatan Ambiasemal Kabupaten Badung Bali, desa Panggungharjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul, desa kecendrungan telah menggunakan teknologi informasi dalam capaian 6 pilar, desa Srigading Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul DIY, desa Bulakan sebagai desa Smart Government, Kecamatan Pelik Kabupaten Pemalang Jawa Tengah, desa Pattaneteang, Tompobulu, Bantaeng, Sulawesi Selatan dinyatakan desa menuju Desa Cerdas pendataan dengan android berbasis spasial. Desa-desa tersebut menjadi bukti adanya upaya untuk mengembangkan potensi desa berdasarkan kemampuannya masing-masing. Namun dilihat dari konteks Desa Cerdas (Smart Village) belum ada kesepahaman seperti apa idenya konsep "cerdas" jika diletakan dengan desa.
Inovasi Desa Cerdas (Smart Village) merupakan salah satu upaya mengintegrasikan informasi yang ada di desa secara digital. Suatu desa dapat dikatakan Desa Cerdas apabila desa tersebut secara partisipatif, inovatif, kreatif, inklusif, dan kolaborasi, integrasi serta berkomitmen dan berkesinambungan memanfaatkan teknologi informasi untuk mencapai peningkatan kualitas hidup, efisiensi dan daya saing dalam aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.
6 Pilar indikator Desa Cerdas yaitu :
1. Pemerintah yang cerdas (smart government).
2. Komonitas masyarakat yang cerdas (smart people).
3. Ekonomi cerdas (smart ekonomi).
4. Kehidupan cerdas (smart living).
5. Lingkungan cerdas (smart environment).
6. Mobilitas cerdas (smart mobility).
Capaian tujuan 6 pilar Desa Cerdas dapat diakselerasi dalam capaian yujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Capaian keberhasilan pelaksanaan kegiatan Desa Cerdas dan sebagai alat ukur mengukur keberhasilan, perlu disusun "rancangan draft Instrumen Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Desa Cerdas", guna mengetahui Key Performance Indikator (KPI) Desa Cerdas yaitu :
1. Masyarakat Cerdas : Ketrampilan, Kreativitas, Inklusi.
2. Ekonomi Cerdas : Budaya berusaha dan inovasi, Produktivitas, Akses ke pasar.
3. Tata Kelola Cerdas : Keterbukaan Data, Infrastruktur, Administrasi, Layanan Online diharap ada "Satu Data Kemandirian Desa" dan Satu Data Indonesia.
4. Linkungan Cerdas : Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan terintegrasi, Pembangunan daerah berkelanjutan.
5. Kehidupan Cerdas : Pendidikan, Kesehatan, Sosial Budaya.
6. Mobilitas Cerdas : Infrastruktur, Jaringan, Layanan warga negara.
Oleh karena itu tahun 2020, sebagai persiapan kegiatan desa Cerdas, maka Pusat Penelitian dan Pengembangan Balilatfo Kementerian Desa, PDTT telah melakukan konsuladasi persiapan sosialisasi pengembangan model Desa Cerdas. Sebagai tindak lanjut hasil dari konsulidasi dan komunikasi Desa Cerdas Pusat Daerah dilaksanakan kegiatan Workshop Penyusunan Bahan Instrumen Monitoring dan Evaluasi untuk mengawal perencanaan dan pelaksanaan program Desa Cerdas. Hasil kegiatan penyusunan draft kerangka intrumen monitoring dan evaluasi Desa Cerdas dianalisa dengan 3 (tiga) elemen pokok capaian Desa Cerdas (smart village), yakni smart government, smart community, dan smart ekonomic. Ketiga elemen itu menjadi dasar untuk mencapai tujuan pengembangan smart village berupa "smart relationship" yakni keterjalinan konstruktif yang muncul dari relasi ketiga elemen smart villagr tersebut. Dengan demikian, sinergitas yang berbasis pemanfaatan teknologi informasi akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Maksud, Tujuan, dan sasaran.
1. Maksud.
Maksud kegiatan penyusunan draft kerangka instrumen monitoring dan evaluasi pada tahun 2020 diselenggarakan melalui kegiatan Workshop untuk mendiskusikan dan memperoleh masukan dari narasumber dan pemangku kepentingan untuk tersusunnya bahan kerangka instrumen Monitoring dan Evaluasi terkait dengan kriteria dan Key Performance Indikator (KPI) Desa Cerdas.
2. Tujuan.
Tujuan dari pelaksanaan workshop adalah :
a. Menyelenggarakan Workshop Penyusunan Bahan Instrumen Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Desa Cerdas.
b. Melakukan diskusi dengan Narasumber untuk memperoleh masukan dalam penyusunan rancangan draft instrumen monitoring dan evaluasi kegiatan Desa Cerdas.
c. Menyusun kegiatan laporan dari hasil konsolidasi dan komunikasi praktik baik sebagai bahan materi penyusunan rancangan bahan instrumen monitoring dan evaluasi kegiatan Desa Cerdas.
d. Menyusun bahan kerangka atau rancangan instrumen monitoring dan evaluasi kegiatan Desa Cerdas oleh Tim Teknis Smart Village.
3. Sasaran.
a. Terselenggaranya kegiatan Workshop dalam rangka penyusunan rancangan draft instrumen monitoring dan evaluasi kegiatan Desa Cerdas.
b. Tersusunnya rancangan kerangka instrumen monitoring dan evaluasi kegiatan Desa Cerdas.
Ruang Lingkup Kegiatan.
1. Pelaksanaan Paparan Narasumber terkait draft instrumen monitoring dan evaluasi Desa Cerdas dengan pendekatan kriteria dan Key Performance Indicator (KPI) Desa Cerdas.
2. Diskusi dengan narasumber tentang hubungan capaian smart village dengan akselerasi SDGs.
3. Menyusun rancangan draft instrumen monitoring dan evaluasi kegiatan mengacu pada 6 pilar Desa Cerdas yaitu :
a. Masyarakat Cerdas : investasi dalam ketrampilan dan pengetahuan dasar dalam pemanfaatan internet secara efektif untuk meningkatkan kreatifitas dan kesejahteraan, contohnya Pelatihan pengembangan ketrampilan bagi masyarakat dan perangkat desa dengan memanfaatkan IT.
b. Ekonomi Cerdas : Teknologi digital menjadi alat bantu dalam membuka akses pasar dan informasi, serta jalur produksi dan distribusi, contohnya Pengembangan BUM Desa, ada kerja sama yang dilakukan desa dengan berbagai pihak untuk mengembangkan kegiatan perekonomian.
c. Pemerintahan Cerdas : Teknologi digital mendukung tersedianya layanan dasar secara efektif dan layanan publik, contohnya pelayanan publik dengan menggunakan teknologi seperti aplikasi dan website.
d. Lingkungan Cerdas : Teknologi digital mendukung tujuan pelestarian lingkungan melalui konservasi dan peningkatan kesadaran mempromosikan pemanfaatan sumber daya alam yang lestari dan efisien, contohnya pengelolaan sampah dan limbah.
e. Hidup Cerdas : Kesejahteraan difokuskan pada investasi pengembangan sumber daya manusia dan sosial-budaya, contohnya pelayanan kesehatan, disabilitas.
f. Mobilitas Cerdas : Teknologi digital dapat meningkatkan keterhubungan daerah pedesaan dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia, contohnya ketersediaan jaringan internet.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Penyusunan Bahan Instrumen Monitoring Dan Evaluasi Desa Cerdas, Tahun 2020.
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.3.C.3.
|
| Penerbit | Pusat Penelitan dan Pengembangan : Jakarta., 2020 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
307.7
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Desember 2020
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
78 Lembar
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Dr. Sumarlan, S.Pd., M.Si.
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






