Detail Cantuman
Advanced SearchData dan Informasi Perkembangan Kawasan Perdesaan Wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, Tahun 2015
Tujuan Kegiatan ini adalah :
1. Mengumpulkan data dan informasi tentang perkembangan kawasan perdesaan.
2. Mengolah data dan informasi tentang perkembangan kawasan perdesaan.
3. Menyajikan data dan informasi tentang perkembangan kawasan perdesaan.
Ruang Lingkup Pembahasan :
Ruang lingkup pembahasan dalam kegiatan ini terdiri dari pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi perkembangan kawasan perdesaan. Data dan informasi perkembangan kawasan perdesaan yang dikumpulkan, diolah dan disajikan terdiri dari :
1. Data lokasi (Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, dan Desa).
2. Nama tema kawasan perdesaan.
3. Kondisi desa-desa di kawasan perdesaan menurut tipologi perkembangan desa (Puslitbang KDPDTT 2015).
Selain itu, akan disajikan data dan informasi tentang kondisi aksesibilitas transportasi dan pelayanan publik pada desa di kawasan perdesaan dan desa lainnya di Indonesia. Kondisi aksesibilitas transportasi terdiri dari data dan informasi tentang waktu tempuh dan biaya per kilometer ke kantor camat dan bupati. Sedangkan kondisi pelayanan publik terdiri dari data dan informasi tentang kesehatan masyarakat dan fasilitas olah raga yang tersedia.
Data dan informasi yang disajikan dalam buku ini merupakan data dan informasi wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Jumlah desa di wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua yang teridentifikasi dan disajikan dalam buku ini sebanyak 12.044 desa. Jumlah tersebut diperoleh dari pencermatan terhadap data podes tahun 2014 dengan data desa yang tertuang dalam permendagri nomor 39 tahun 2015.
Lokasi dan Tema Kawasan Perdesaan Wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua :
Wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua meliputi : Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Pada wilayah tersebut telah ditetapkan sebanyak 29 kawasan perdesaan. Lokasi kawasan perdesaan tersebut meliputi : 8 kabupaten dan 250 desa/kampung.
Status desa-desa berdasarkan Tipologi Perkembangan Desa pada kawasan perdesaan di masing-masing provinsi :
Provinsi Maluku :
1. Kawasan Minapolitan Tangkap di kabupaten Maluku Tengah meliputi 22 desa, dengan 8 desa tertinggal, 11 desa berkembang, 1 desa mandiri dan 2 desa belum tersedia status Tipologi Perkembangan Desa.
2. Kawasan Wisata Bahari, Budaya, dan Sejarah di kabupaten Maluku Tengah mencakup 23 desa, dengan 8 desa tertinggal, 13 desa berkembang dan 2 desa mandiri.
Provinsi Maluku Utara :
1. Kawasan Minapolitan Perikanan Tangkap di Kabupaten Halmahera Selatan meliputi 3 desa, dengan ke-3 desanya merupakan desa tertinggal.
2. Kawasan Minapolitan Budidaya Perikanan di Kabupaten Halmahera Selatan meliputi 8 desa, dengan ke-8 desanya merupakan desa tertinggal.
3. Kawasan Perdesaan Minapolitan Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Halmahera Selatan meliputi 7 desa, dengan ke-7 desanya merupakan desa tertinggal.
4. Kawasan Transmigrasi di Kabupaten Halmahera Selatan meliputi 1 desa, dan merupakan desa tertinggal.
5. Kawasan Pariwisata di Kabupaten Halmahera Selatan meliputi 4 desa, dengan ke-4 desanya merupakan desa tertinggal.
Provinsi Papua :
1. Kawasan Daerah Perbatasan di Kabupaten Merauke meliputi 14 desa, dengan 8 desa tertinggal, dan 4 desa belum tersedia status Tipologi Perkembangan desa.
2. Kawasan Ketahanan Pangan di Kabupaten Keerom meliputi 2 desa, dengan 1 desa tertinggal dan 1 desa berkembang.
3. Kawasan Tanaman Kering di Kabupaten Keerom meliputi 2 desa, dengan 1 desa tertinggal dan 1 desa berkembang.
4. Kawasan Strategi Pariwisata di Kabupaten Raja Ampat meliputi 32 desa, dengan 26 desa tertinggal, 2 desa berkembang dan 4 desa belum tersedia status Tipologi Perkembangan Desa.
5. Kawasan Perkebunan di Kabupaten Raja Ampat meliputi 4 desa, dengan 2 desa tertinggal dan 2 desa berkembang.
Provinsi Papua Barat :
1. Kawasan Pertanian di Kabupaten Sorong meliputi 2 desa, dan 2 desa tersebut belum tersedia Tipologi Perkembangan Desa.
2. Kawasan Peternakan di Kabupaten Sorong meliputi 3 desa, dengan 1 desa berkembang dan 2 desa tersebut belum tersedia Tipologi Perkembangan Desa.
3. Kawasan Perkebunan di Kabupaten Sorong meliputi 6 desa, dengan 5 desa tertinggal dan 1 desa berkembang.
4. Kawasan Perikanan di Kabupaten Sorong meliputi 2 desa 2 desa merupakan desa tertinggal.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Data dan Informasi Perkembangan Kawasan Perdesaan Wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, Tahun 2015
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.5.B.37.
|
| Penerbit | Pusdatin, Balilatfo : Jakarta., 2015 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
307.7
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Pertama, 2015
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
110 Eksemplar
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Meilinar Nur
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






