Image of Data dan Informasi Perkembangan Kawasan Perdesaan, Wiayah Sumatera, Tahun 2015

Data dan Informasi Perkembangan Kawasan Perdesaan, Wiayah Sumatera, Tahun 2015



Tujuan Kegiatan ini adalah :
1. Mengumpulkan data dan informasi tentang perkembangan kawasan perdesaan.
2. Mengolah data dan informasi tentang perkembangan kawasan perdesaan.
3. Menyajikan data dan informasi tentang perkembangan kawasan perdesaan.
Lokasi dan Tema Kawasan Perdesaan Wilayah Sumatera :
Wilayah Sumatera meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau. Pada wilayah tersebut telah ditetapkan sebanyak 6 kawasan perdesaan. Lokasi kawasan perdesaan tersebut meliputi 5 kabupaten dan 32 desa/kampung.
Status Desa Berdasarkan Tipologi Perkembangan Desa Pada Kawasan Perdesaan di Provinsi Aceh :
1. Kawasan wisata danau Laut Tadu mencakup 6 desa, dengan 4 desa tertinggal dan 2 desa berkembang.
2. Kawasan perdesaan berbasis pengembangan pariwisata meliputi 5 desa, dengan 1 desa tertinggal dan 4 desa berkembang.
3. Kawasan perdesaan berbasis pengembangan perkebunan meliputi 8 desa, dengan semua desa dalam kawasan merupakan desa tertinggal.
Status Desa Berdasarkan Tipologi Perkembangan Desa Pada Kawasan Perdesaan di Provinsi Sumatera Utara :
1. Kawasan perdesaan wisata berbasis sumber daya alam panas bumi mencakup 4 desa, dengan 2 desa tertinggal, 1 desa berkembang, dan 1 desa mandiri.
2. Kawasan perdesaan terpadu berbasis agrowisata meliputi 5 desa, dengan 2 desa tertinggal dan 3 desa berkembang.
Status Desa Berdasarkan Tipologi Perkembangan Desa Pada Kawasan Perdesaan di Provinsi Kepulauan Riau :
1. Kawasan perdesaan pesisir berbasis wisata terpadu mencakup 4 desa, dengan 3 desa berkembang dan 1 desa mandiri.
Kawasan Wisata Danau Laut Tadu :
Kawasan perdesaan ini terletak di Kabupaten Nagan Raya, yang terdiri dari 6 desa yaitu : Pasie Luah, Ranto Selamat, Krueng Itam, Alue Gajah, Alue Labuh, dan Gapa Garu. Pada aksesibilitas transportasi masih terdapat 1 desa yang mempunyai waktu tempuh ke kantor camat lebih dari 9 menit/km, dan semua desa mempunyai waktu tempuh ke kantor bupati lebih dari 2 menit/km.
Kawasan Perdesaan Berbasis Pengembangan Pariwisata :
Kawasan perdesaan ini terletak di Kabupaten Sabang, yang terdiri dari 5 desa yaitu : Iboih, Batee Shok, Paya Seunara, Krueng Raya, dan Aneuk Laot. Terdapat 2 yang mempunyai waktu tempuh ke kantor camat kurang dari 9 menit/km ke kantor camat. Untuk akses tranportasi ke kantor Bupati, kelima desa mempunyai waktu tempuh lebih dari 2 menit/km.
Kawasan Perdesaan Berbasis Pengembangan Perkebunan :
Kawasan perdesaan ini terletak di Kabupaten Bireun, yang terdiri dari 8 desa yaitu : Paloh Mampre, Buket Sudan, Alue Gleumpang, Pante Karya, Darussalam, Blang Mane, Tj. Beuridi, dan Pulo Harapan. Hampir semua desa tersebut telah memiliki aksesibilitas transportasi yang cukup baik kecuali desa Tj. Beuridi dan Pulo Harapan yang waktu tempuh ke kantor camat lebih dari 9 menit/km dan ada 2 desa yang mempunyai waktu tempuh ke kantor bupati kurang dari 2 menit/km.
Kawasan Perdesaan Terpadu Berbasis Agrowisata di Provinsi Sumatera Utara :
Kawasan perdesaan ini terletak di Kabupaten Simalungun, yang terdiri dari 5 desa yaitu : Silou Huluan, Silou Buttu, Raya Bayu, Huta Saing dan Mariah Dolok. Hampir semua desa tersebut telah memiliki aksesibilitas transportasi yang cukup baik dengan waktu tempuh ke kantor camat kurang dari9 menit/km.
Kawasan Perdesaan Pesisir Berbasis Wisata Terpadu di Provinsi Kepulauan Riau :
Kawasan perdesaan ini terletak di Kabupaten Bintan, yang terdiri dari 4 desa yaitu : Malang Rapat, Teluk Bakau, Berakit dan Pengundang. Hampir semua desa tersebut telah memiliki aksesibilitas transportasi yang baik karena semua desa yang ada mempunyai waktu tempuh ke kantor camat kurang dari 9 menit/km, dan hanya 2 desa dengan waktu tempuh ke kantor bupati lebih dari 2 menit/km yaitu desa Berakit dan desa Pengudang.



Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Data dan Informasi Perkembangan Kawasan Perdesaan, Wiayah Sumatera, Tahun 2015
No. Panggil
R.5.B.9.
Penerbit Pusdatin, Balilatfo : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
Buku
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
307.7
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Pertama, 2015
Subyek
Info Detil Spesifik
115 Eksemplar
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this