Image of Laporan Rencana Teknis Satuan Pemukiman (RTSP) Tahap III-A dan Rencana Teknis Jalan (RTJ) Lokasi : Pulau Natuna, WPP/SKP/SP : XIX/A/5,6 Provinsi Riau, Tahun 1996/1997.

Laporan Rencana Teknis Satuan Pemukiman (RTSP) Tahap III-A dan Rencana Teknis Jalan (RTJ) Lokasi : Pulau Natuna, WPP/SKP/SP : XIX/A/5,6 Provinsi Riau, Tahun 1996/1997.



Maksud dan Tujuan.
1. Maksud dari penyusunan RTSP dan RTJ tahap III-A adalah, Memberikan informasi mengenai calon lokasi yaitu :
a. Letak geografis dan administratif serta pencapaian lokasi pemukiman.
b. Kondisi sosial ekonomi penduduk setempat.
c. Ketersediaan sumber material (bahan bangunan dan pembangunan jalan).
d. Kondisi hutan (potensi dan kelas hutan) kaitannya dengan pembukaan lahan.
e. Status hutan dan lahan serta kemungkinan klaim penduduk.
f. Prospek pengembangan calon lokasi.
2. Menilai kesesuaian pemukiman/kelayakan fisik suatu calon pemukiman transmigrasi yaitu :
a. Rencana peruntukan lahan pemukiman (tapak rumah, lahan tanaman pangan dan lahan usaha).
b. Rencana teknis jalan (jalan penghubung, poros dan jalan desa).
c. Rencana pembukaan lahan (batas dan posisi lahan yang akan dibuka, volume dan metode pembukaan lahan).
d. Rencana pengembangan pertanian (pola dan jadual) tanam serta masukan pertanian untuk setiap lahan usaha.
e. Rencana pengadaan sumber air bersih.
Tujuan Penyusunan RTSP dan RTJ.
1. Tujuan Studi RTSP dan RTJ tahap III-A adalah :
a. Mengarahkan tata ruang pemukiman sesuai dengan kesesuaian fisik lahan dan jaringan lahan dan hubungan antar regional.
b. Mengarahkan tata ruang pemukiman agar unsur-unsur penyusunan tata ruang memiliki aksesibilitas yang tinggi.
c. Secara umum rencana pengembangan pemukiman disesuaikan dengan rencana daerah.
d. Pemafaatan lahan dapat dilakukan secara optimal, efisien dan sudah mempertimbangkan aspek lingkungan.
e. Usulan pengembangan pertanian dapat lebih terarah dan lancar.
f. Transmigran dapat hidup lebih terarah dan layak, baik dari segi ekonomis maupun segi sosial budaya.
Letak Administratif :
Lokasi studi Pulau Natuna WPP/SKP/SP : XIX/A/5,6 termasuk kedalam wilayah Desa Ceruk, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Kepulauan Riau, Provinsi Riau, berbatasan dengan.
1. Sebelah Utara : Kawasan Hutan Lindung Gunung Bedung.
2. Sebelah Selatan : Sungai Tapau.
3. Sebelah Barat : Sungai Curing.
4. Sebelah Timur : SP.4
Aksesibilitas :
Pencapaian menuju ke lokasi, dari Jakarta - Batam ditempuh 2 jam dengan Pesawat Udara, Batam - Kijang ditempuh 0,75 jam dengan Speed Boat, Kijang - Selat Lampah ditempuh 23,5 jam dengan Kapal Laut, Selat Lampah - Ranai ditempuh 5 jam dengan Pompong, Ranai - Lokasi Stdi berjarak 35 km ditempuh 1,5 jam dengan Kendaraan Truk.
Sumber Air Bersih :
1. Air Permukaan/Air Sungai.
2. Air Tanah Dangkal, kedalaman 5-8 m.
Peruntukan Lahan dan Daya Tampung :
Lokasi studi direncanakan pada areal lahan yang sesuai dengan pencadangan lokasi dan berada pada status lahan konversi serta berada dalam batas HPL sesuai peta BPN Provinsi Riau, sehingga lokasi studi sudah terbebas dari masalah land use, dengan Pola TU-BUN.
Luas Areal survei SP.5 dan 6 seluas 3.757,14 Ha. dengan Daya Tampung SP.5 dan 6 sebesar 252 KK.
Alokasi Pembagian Lahan Untuk Transmigran :
1. Lahan Pekarangan, hanya berupa Tapak Rumah yaitu 500 m2.
2. Lahan Plasma adalah SPL 3, SPL 5 dan SPL 6 masing-masing Lahan Plasma seluas 3 Ha.
Klasifikasi Iklim di Daerah Studi :
Berdasarkan klasifikasi iklim di daerah studi menurut sistim Oldeman termasuk daerah beriklim C1 yang dicirikan dengan bulan basah (curah hujan bulanan >200 mm) berturut-turut terletak antara 5-6 bulan dan bulan kering (curah hujan bulanan berturut-turut kurang dari 2 bulan.
Klasifikasi Tanah di Daerah Studi :
1. Podsolik Kandik, Warna tanah coklat gelap pada top soilnya dan coklat kekuningan pada sub-soilnya, tektur liat, solum agak dalam (75-100 cm), drainase sedang dan reaksi tanah masam, KTK rendah dan kejenuhan basa sangat rendah.
2. Arenosol Gleik, merupakan tanah arenosol bertekstur pasi-pasr berlempung, yang memperlihatkan ciri-ciri hidromorfik di dalam penampang 50-100 cm dari permukaan. Tanah ini memiliki kondisi drainase buruk-sangat buruk, kedalaman solum agak dalam, reaksi tanah masam, KTK sangat rendah dan kejenuhan basa rendah.
3. Litosol, merupakan tanah yang berada pada batuan kukuh sampai kedalaman 20 cm dari permukaan. Tanah ini memiliki tekstur lempung.
Fasilitas Umum :
Kantor Desa, Balai Desa, Pos Kamling, Rumah Ibadah, Sekolah Dasar, SMP, Puskesmas, Pustu, Pos KB, Kios dan Warung.
Pengembangan Pertanian/Bentuk Usaha Tani :
1. Tanaman Pangan : Padi Ladang, Padi Sawah, Ubi Kayu, Ubi Jalar, dan Jagung.
2. Tanaman Perkebunan : Kelapa Sawit, Kakao, Karet, dan Teh.



Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Laporan Rencana Teknis Satuan Pemukiman (RTSP) Tahap III-A dan Rencana Teknis Jalan (RTJ) Lokasi : Pulau Natuna, WPP/SKP/SP : XIX/A/5,6 Provinsi Riau, Tahun 1996/1997.
No. Panggil
R.18.D.14.
Penerbit PT. Arsi Wastuadi : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
Buku
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
307.2
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
September 1996
Subyek
Info Detil Spesifik
55 Eksemplar
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this