Image of Desa Wisata Membangun Desa Dengan Memanfaatkan Potensi Budaya, Tahun 2018.

Desa Wisata Membangun Desa Dengan Memanfaatkan Potensi Budaya, Tahun 2018.



Tahapan Pengembangan Desa Wisata :
Pemberdayaan masyarakat untuk mendukung desa wisata tidak muncul secara kebetulan, tapi melalui proses perencanaan yang terintegrasi. Berikut adalah rencana jangka panjang pengembangan masyarakat adat mendukung desa wisata. Secara rinci road map pemberdayaan masyarakat adat untuk pengembangan desa wisata adalah sebagai berikut.
1. Tahun Petama pada tahun 2016 Studi Pengembangan Masyarakat Adat Mendukung Desa Wisata. Studi ini telah dilakukan di lokasi desa wisata berbasis adat di Desa Adat Panglipuran, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali serta di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
2. Tahun Kedua pada tahun 2017, Perencanaan Desa Wisata Berbasis Masyarakat Adat.
Agar manfaat yang diperoleh optimal dan kerugian dapat dimintakan, dalam membangun desa wisata berbasis masyarakat adat, maka masyarakat perlu dilibatkan tidak hannya dalam proses perencanaan tetapi juga proses pengembangannya.
3. Tahun Ketiga pada tahun 2018. Pilot Project Rencana Aksi Desa Wisata Berbasis Masyarakat Adat. sebagai tahap awal realisasi desa wisata, pada saat yang bersamaan, proses pengembangan kapasitas kelembagaan dan SDM, manajemn destinasi terus berlangsung untuk membangun kesiapan masyarakat dan pembengunan sarana prasarana.
4. Tahun Keempat pada tahun 2019. Implementasi Desa Wisata Berbasis Masyarakat Adat.
Pada tahap ini, dilakukan implementasi manajemen desa wisata dan pengorganisasian masyarakat. Mulai dilakukan pengembangan kewirausahaan secara lebih kreasi-kreasi baru untuk daya tarik wisatawan.
5. Tahun Kelima pada tahun 2020. Monitoring dan Evaluasi Desa Wisata Berbasis Masyarakat Adat.
Pada tahap ini perlu dilakukan monitoring dana evaluasi program untuk memperoleh pembelajaran atas program yang telah dilakukan dan untuk perbaikan program.
Prinsip-Prinsip Pengembangan Desa Wisata :
Pemberdayaan masyarakat memiliki tahapan dan strategi sebagaimana dikemukakan oleh banyak teoritisi dan praktisi, seperti Acciaioli 2006, Ife dan Tesoriero 2013, Adi 2013, Ife 2013, Buku Panduan Pengembangan Desa Wisata (Kementerian Pariwisata 2014/2015) dan para praktisi lannya.
Aspek Yang Dapat Dikembangkan Dalam Desa Wisata :
1. Desa Wisata.
2. SDM yang kompeten dan profesional.
3. Manajemen dan pengelolaan.
4. Pemasaran dan promosi yang fokus dan selektif.
5. Investasi berorientasi aset lokal.
Hasil Penelitian dan Pembahasan, Gambaran Desa banyuroto.
Desa Banyuroto dengan luas wilayah 622.23 Ha, terletak di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
Desa Banyuroto terletak di sebelah barat kaki Gunung Merbabu. Jumlah penduduk 3.965 jiwa dengan matapencaharian mayoritas adalah sebagai petani. Letaknya yang berada di lereng Gunung Merbabu dan Gunung Merapi menyebabkan Desa Banyuroto merupakan daerah agrowisata, Desa Banyuroto memiliki beragam potensi wisata yang belum dikembangkan seperti Agrowisata (petik stroberi dan sayuran) jalur pendakian Gunung Merbabu, Bumi perkemahan, Potensi kesenian/budaya (seperti jathilan, topeng ireng, soreng, ketoprak, reog dan badut), dan Peternakan (ternak sapi dan ayam).
Obyek wisata yang banyak diminta wisatawan di Desa Banyuroto saat ini adalah pendakian Gunung Merbabu. Tidak kurang 50 orang/pendaki/hari yang datang ke Desa Banyuroto memerlukan pendamping untuk mandaki Gunung Merbabu.
Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai Desa Wisata, yaitu Wisata Agro dan Budaya. di Desa ini terdapat 3 potensi wisata yaitu, Wisata alam, Wisata budaya, dan Wisata edukasi. Wisata alam meliputi berbagai kesenian tradisional. Sedangkan wisata edukasi berupa Petik Stroberi dan Peternak Sapi.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Desa Wisata Membangun Desa Dengan Memanfaatkan Potensi Budaya, Tahun 2018.
No. Panggil
R.5.A.48.
Penerbit PT. Sulaksana Watinsa Indonesia : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
Buku
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-6754-55-4
Klasifikasi
307.7
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Desember 2018
Subyek
Info Detil Spesifik
102 Eksemplar
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this