Image of Indikator Perkembangan BUM DESA, Tahun 2018.

Indikator Perkembangan BUM DESA, Tahun 2018.



Tujuan Studi ini yaitu :
1. Menusun Indikator Perkembangan BUM Desa.
2. Uji petik dan sinkronisasi Indikator dengan kondisi lapangan (BUMDesa).
3. Mengklasifikasikan (kategorisasi) kondisional BUMDesa.
Sasaran Studi ini Yaitu :
1. Tersusunnya Model Indikator Perkembangan BUMDesa.
2. Terpolakannya angka indeks BUMDesa per dimensi.
3. Terpolakannya model klasifikasi BUMDesa.
Manfaat Studi :
1. Sebagai rekomendasi awal kepada unit teknis di bidang perdesaan, dalam hal kebijakan menyusun regulasi mendirikan BUMDesa yang berbasis pada eksisting perdesaan, tipologi wilayah, menajemen, dan kultural masyarakat.
2. Dapat ditindaklanjuti dengan studi Strategi Intervensi Pengembangan BUMDesa dengan eksplorasi data dan informasi indikator BUMDesa secara nasional.
Deskripsi Lokasi :
1. Kabupaten Bantul.
2. Kabupaten Wonogiri.
3 Kabupaten Bekasi.
Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta :
Kabupaten Bantul secara administratif terdiri dari 17 Kecamatan, 75 Desa dan 933 Pedukuhan. Desa-desa di Kabupaten Bantul kemudian terbagi lagi berdasarkan statusnya menjadi desa pedesaan dan desa prkotaan. Kecamatan Dlingo mempunyai wilayah paling luas yaitu 55,87 km2. Sedangkan jumlah desa dan pedukuhan yang terbanyak terdapat di Kecamatan Imogiri dengan 8 desa dan 72 pedukuhan. Secara umum jumlah desa yang termasuk dalam wilayah perkotaan sebanyak 41 desa, sedangkan desa yang termasuk dalam kawasan perdesaan sebanyak 34 desa.
Sektor industri di Kabupaten Bantul mayoritas merupakan industri kecil, Jumlah industri kecil sebesar 17.801 buah dengan mempekerjakan 77.600 orang, sementara industri besar/sedang sebesar 155 buah dengan tenaga kerja sebanyak 15.401 orang.
Sampel BUMDesa di Kabupaten Bantu sebanyak 27 unit yang termasuk ke dalam kategori BUMDesa Bentukan sebanyak 23 unit atau 85,19 persen, sedangkan yang termasuk kategori BUMDesa berkembang sebanyak 3 unit atau 11,11 persen, dan yang termasuk BUMDesa maju sebanyak 1 unit atau 3,70 persen.
Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah :
Kabupaten Wonogiri yang merupakan daerah perdesaan, sebagian besar masyarakat mengandalkan mata pencaharian pertanian, sehingga lahannya sebagian besar merupakan sawah, ladang, dan kebun.
Masyarakat di Kabupaten Wonogiri rata-rata mempunyai halaman rumah yang luas, maka jenis singkong dan turunannya merupakan hasil bahan pokok terbesar sehingga Kota Wonogiri memiliki julukan Kota Gaplek.
Kabupaten Wonogiri terdiri atas 25 kecamatan, 201 desa, dari 201 yang memiliki BUMDesa sebanyak 134 desa dan 2 BUMDesa Bersama Yaitu di Kecamatan Girimarto dan Kecamatan Paranggupito. Sebanyak 134 BUMDesa tersebut pada umumnya baru dalam tahap pertumbuhan.
FGD pada Rabu 5 September 2018 bersama waktu dengan kegiatan Dinas PMD, yaitu Pelatihan Keterampilan Manajemen BUMDesa Angkatan II tahun 2018 yang dilaksanakan di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Wonogiri, melibatkan 40 direktur BUMDesa yang berasal dari 9 kecamatan, Sementara 4 BUMDesa yang relatif telah maju dilakukan indepth wawancara, yaitu di Desa Bulusulur, Desa Sendang, Desa Purworejo, dan Desa Wonoharjo. Peserta Forum Group Diskusi yang memfokuskan pada elemen-elemen Indikator BUMDesa, yang menjelaskan nama BUMDesa, Jenis Usaha BUMDesa dan keberadaan BUMDesa di Kabupaten Wonogiri.
Sampel BUMDesa di Kabupaten Wonogiri sebanyak 34 unit yang termasuk ke dalam kategori BUMDesa Bentukan sebanyak 25 unit atau 73,53 persen, kategori BUMDesa berkembang sebanyak 9 unit atau 26,47 persen, kategori BUMDesa maju tidak ada.
Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat :
Kabupaten Bekasi merupakan daerah hiterland DKI Jakarta dengan luas wilayah 127.388 Ha. Kabupaten Bekasi memiliki 44 BUMDesa yang sudah terbentuk dan 10 BUMDesa yang sedang dalam proses pembentukan. BUMDesa tersebut tersebar di 16 Kecamatan di seantero Kabupaten Bekasi.
Dari 180 desa yang ada hampir seluruh desa di Kabupaten Bekasi telah memiliki BUMDesa. Berdasarkan hasil identifikasi Dinas PMD Kabupaten Bekasi, BUMDesa di kabupaten Bekasi dapat menggolongkan dalam 3 kategori :
1. BUMDesa yang diakui sudah berdiri tapi tidak memiliki nama.
2. BUMDesa yang sudah memiliki nama namun tidak ada pengurus.
3. BUMDesa ada pengurus, namun tidak ada regulasi yang sudah berjumlah 9 unit.
Jumlah BUMDesa yang sudah teridentifikasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Bekasi dan sudah memiliki Perdes tentang BUMDesa baru 44 desa dan 10 desa saat ini sedang dalam proses penerbitan Perdes.
Sampel di Kabupaten Bekasi sebanyak 14 unit BUMDesa yang termasuk dalam kategori BUMDesa Bentukan sebanyak 10 unit atau 71,43 persen, kategori BUMDesa berkembang sebanyak 4 unit atau 28,57 persen, sementara kategori BUMDesa maju tidak ada.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
Indikator Perkembangan BUM DESA, Tahun 2018.
No. Panggil
R.5.A.47.
Penerbit Puslitbang, Balilatfo : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
Buku
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
307.7
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Desember 2018
Subyek
Info Detil Spesifik
101 Eksemplar
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this