Detail Cantuman
Advanced SearchKawasan Perdesaan Agroeduwisata Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat Tahun 2016.
Profil Kabupaten Indramayu :
Indramayu merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Secara geopolitik terletak pada jarak 207 km kearah Timur dari Jakarta sebagai Ibu Kota Negara dan 180 km kearah Timur Laut dari Bandung sebagai Ibu Kota Provinsi. Kabupaten Indramayu secara geostrategis terletak di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) sebagai simpul strategis transportasi yang berperan sangat dinamis di Pulau Jawa dan Nasional melayani aktifitas lintas provinsi.
Wilayah Kabupaten Indramayu seluas 209.942 Ha, dengan panjang garis pantai 147 km. Kabupaten Indramayu terbagi kedalam 31 Kecamatan, 8 Kelurahan dan 309 Desa, 1.894 Rukun Warga (RW) dan 6.033 Rukun Tetangga (RT).
Ibu Kota kabupaten dan pusat pemerintahan terletak di Kecamatan Indramayu namun titik keramaian berada di Kecamatan Jatibarang, karena termasuk lintas Pantura Utara Jawa (Pantura) dan terdapat Stasiun Kereta Api sehingga memiliki akses perekonomian yang mudah diakses. Simpul-simpul kabupaten diantaranya adalah Indramayu, Balongan, Lohbener, Jatibarang, Karangampel dan Haurgeulis.
Kependudukan :
Pada akhir tahun 2014 jumlah penduduk Kabupaten Indramayu tercatat sebanyak 1.708.551 jiwa. Sedangkan pada akhir tahun 2015 angka tersebut berubah menjadi 1.718.495 jiwa.
Pendidikan :
Berdasarkan data Kabupaten Indramayu Dalam Angka 2015 jumlah SD Negeri dan Swasta sebanyak 890 unit, SMP Negeri dan Swasta sebanyak 203 unit, SMU Negeri dan Swasta sebanyak 57 unit, dan SMK Negeri dan Swasta sebanyak 134 unit.
Fasilitas Kesehatan :
Berdasarkan data Kabupaten Indramayu Dalam Angka 2016 jumlah fasilitas kesehatan adalah Rumah Sakit Umum Pemerintah 2 unit, Rumah Sakit Umum Swasta 6 unit, Rumah Sakit Bersalin 1 unit, Puskesmas 49 unit, Puskesmas Pembantu 67 unit, Posyandu 2.311 unit, Poliklinik/Balai Kesehatan 84 unit, dan Toko Obat/Apotik 140 unit.
Fasilitas Ibadah :
Berdasarkan data dari Kabupaten Indramayu Dalam Angka 2016 tercermin bahwa penduduk Kabupaten Indramayu memeluk beberapa agama seperti Masjid sebanyak 823 unit, Musholla sebanyak 3.602 buah, Langgar sebanyak 946 buah, Gereja Protestant sebanyak 10 buah, Gereja Katolik sebanyak 4 buah dan Vihara sebanyak 2 buah.
Lembaga Ekonomi :
Lembaga ekonomi bank dan koperasi tersedia di Kabupaten Indramayu. Bank tersedia baik BUMN maupun swasta. Jumlah koperasi di Kabupaten Indramayu pada tahun 2014 sebanyak 945 koperasi.
Pertanian Tanaman Pangan :
Tanaman pangan yang relatif luas di Kabupaten Indramayu adalah Padi, Jagung, Ubi Kayu, Ubi Jalar, Kacang Tanah, Kedelai, dan Kacang Hijau dan Kacang Panjang.
Perkebunan :
Komoditas perkebunan yang tersedia adalah Kelapa, Kapuk, dan Tebu.
Peternakan :
Sapi Perah, Sapi Potong, Kerbau, Kuda, Kambing, Domba, Ayam Ras Pedaging, Ayam Kampung, dan Itik.
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata.
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata di Kecamatan Kedokanbunder dan Krangkeng. Agroeduwisata pada awalnya merupakan penggambungan maksud dari pendidikan dan pertanian, dan kemudian berkembang menjadi pendidikan berbasis wisata. Menurut Surat Keputusan No. 147.2.05/Kep.145-BPMD/2013 dari Bupati pada tahun 2013 menjadi Agroeduwisata. Kata "edukasi" di mana kawasan Agroeduwisata ini adalah bertambahnya unsur sebuah nilai mutu, nilai jual dan nilai tambah pada produk pertanian. Sebagai contoh Produk Sekam yang berbahan dari kulit gabah/sisa penggilingan gabah, biasanya hanya dibuat bahan bakar pembuatan batu bata.
Sedangkan unsur Wisata dari nama kawasan ini adalah, karena tidak sedikit wisatawan lokal maupun asing yang sering berkunjung ke daerah Indramayu, baik dalam rangka wisata religi maupun kuliner.
Berdasarkan kajian Kawasan Perdesaan Agroeduwisata jatuh pada 5 desa dalam 2 desa kecamatan. Desa-desa tersebut adalah :
1. Kecamatan Kedokanbunder : Desa Kedokan Agung dan Kaplongan.
2. Kecamatan Krangkeng : Desa Purwajaya, Kapringan, dan Dukuhjati.
Indeks Pembangunan Desa (IPD).
Kecamatan Kedokanbunder : Desa Cangkingan status IPD Berkembang. Desa Jayawinangun status IPD Berkembang. Desa Kedokan Agung status IPD Berkembang. Desa Kedokanbunder status IPD Berkembang. Desa Kedokanbunder Wetan status IPD Berkembang. Desa Kaplongan status IPD Berkembang. Desa Jayalaksana status IPD Berkembang.
Kecamatan Krangkeng : Desa Purwajaya status IPD Berkembang. Desa Kapringan status IPD Berkembang. Desa Singakerta status IPD Berkembang. Desa Dukuhjati status IPD Berkembang. Desa Tegalmulya status IPD Berkembang. Desa Kedungwungu status IPD Berkembang. Desa Srengseng status IPD Berkembang. Desa Luwunggesik status IPD Berkembang. Desa Kalianyar status Berkembang. Desa Krangkeng status IPD Berkembang. Desa Tanjakan status IPD Berkembang.
Kependudukan :
Jumlah penduduk Kecamatan Kedokanbunder per bulan Juli 2015 adalah 13.393 KK dengan 44.788 jiwa (Kabupaten Indramayu dalam angka 2016). Sementara jumlah penduduk di Kecamatan Krangkeng adalah 19.484 KK dengan 63.944 jiwa. Jumlah keluarga di 5 desa yang menjadi wilayah pengembangan Kawasan Perdesaan Agroeduwisata adalah 12.845 KK dengan 32.916 jiwa.
Sarana Pendidikan :
Jumlah sekolah :
1. Jumlah sekolah SD/Sederajat di Kecamatan Kedokanbunder ada 19 buah, di Kecamatan Krangkeng ada 37 buah, di Kawasan Perdesaan ada 19 buah.
2. Jumlah sekolah SMP/Sederajat di Kecamatan Kedokanbunder ada 5 buah, di Kecamatan Krangkeng ada 11 buah, di Kawasan Perdesaan ada 7 buah.
3. Jumlah sekolah SMU/Sederajat di Kecamatan Kedokanbunder ada 2 buah, di Kecamatan Krangkeng ada 3 buah, di Kawasan Perdesaan ada 1 buah.
Jumlah Murid :
1. Jumlah murid SD di Kecamatan Kedokanbunder ada 4.423 orang, di Kecamatan Krangkeng ada 5.934 orang, di Kawasan Perdesaan ada 5.815 orang.
2. Jumlah murid SMP di Kecamatan Kedokanbunder ada 1.824 orang, di Kecamatan Krangkeng ada 2.224 orang, di Kawasan Perdesaan ada 774 orang.
3. Jumlah murid SMU di Kecamatan Kedokanbunder ada 277 orang, di Kecamatan Krangkeng ada 1.593 orang, di Kawasan Perdesaan ada 161 orang.
Sarana Kesehatan :
Untuk kesehatan jenis sarana yang tersedia di Kecamatan Kedokanbunder dan Krangkeng hanya tersedia Puskesmas saja. Sedangkan desa-desa di Kawasan Perdesaan Agroeduwisata sarana kesehatan yang tersedia adalah tempat praktek bidan 2 buah, dan posyandu sebanyak 40 buah.
Lembaga Ekonomi :
Lembaga ekonomi yang terdapat di wilayah Kawasan Perdesaan Agroeduwisata hanya Koperasi non KUD, Sedangkan lembaga ekonomi yang ada di Kecamatan Krangkeng adalah Koperasi 3 buah, Pasar 2 buah, dan Bank 2 buah, Sementara untuk Kecamatan Kedokanbunder tidak ada lembaga ekonomi.
Pertanian :
Kondisi geografis Kecamatan Kedokanbunder dan Krangkeng satu tipe yaitu dataran rendah, sehingga secara luas lahan wilayah kedua kecamatan tersebut didominasi oleh lahan Sawah Irigasi. Kawasan Perdesaan Agroeduwisata penggunaan lahannya didominasi oleh Sawah Irigasi.
Peternakan :
Populasi ternak besar, kecil, dan unggas di Kecamatan Kedokanbunder dan Kecamatan Krangkeng adalah : Sapi Potong, Kerbau, Kambing, Domba, Ayam Ras Pedaging, Ayam Kampung, dan Itik.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
Kawasan Perdesaan Agroeduwisata Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat Tahun 2016.
|
|---|---|
| No. Panggil |
R.3.A.52.
|
| Penerbit | Pusdatin, Balilatfo, KDPDTT : Jakarta., 2016 |
| Deskripsi Fisik |
Buku
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
307.7
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Desember 2016
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
70 Eksemplar
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Helmiati (Kepala Pusat Data dan Informasi)
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






